Yohanna Siap Tayang di Indonesia 9 April Usai Keliling Dunia Selama 2 Tahun

Yohanna Siap Tayang di Indonesia 9 April Usai Keliling Dunia Selama 2 Tahun

Mauludi Rismoyo - detikHot
Jumat, 27 Mar 2026 15:51 WIB
film yohanna
Yohanna Siap Tayang di Indonesia 9 April Usai Keliling Dunia Selama 2 Tahun. (Foto: ist)
Jakarta -

Yohanna akhirnya siap tayang di Indonesia. Film garapan Razka Robby Ertanto itu sebelumnya sudah menempuh perjalanan panjang di berbagai festival film internasional sejak 2024.

Yohanna dibintangi oleh Laura Basuki. Filmnya mengisahkan seorang biarawati muda yang dikirim dalam misi kemanusiaan ke Sumba, Nusa Tenggara Timur, setelah Badai Tropis Seroja.

Misi tersebut berubah menjadi perjalanan penuh ujian ketika truk berisi bantuan yang Yohana bawa dicuri. Situasi itu memaksanya terjun langsung menghadapi realitas sosial yang keras, mulai dari kemiskinan, korupsi, hingga eksploitasi anak, yang perlahan mulai mengguncang imannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yohanna sendiri direncanakan tayang di bioskop Indonesia pada 9 April 2026. Filmnya sudah malang melintang di dunia selama dua tahun, dimulai dari International Film Festival Rotterdam ke-53 pada Januari 2024, dalam kompetisi VPRO Big Screen Award.

ADVERTISEMENT

Setelah itu, Yohanna terus melanjutkan perjalanannya ke berbagai festival internasional, termasuk Jakarta Film Week 2024 sebagai pemutaran perdana di Indonesia dan meraih Best Direction Award. Prestasi gemilang diraih di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-19 dengan membawa pulang lima penghargaan, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Storytelling Terbaik, Akting Terbaik, dan Sinematografi Terbaik.

Lebih lanjut, Yohanna terpilih sebagai Official Selection Adelaide Film Festival 2025 di Australia. Pencapaian internasional lainnya datang dari Laura Basuki yang meraih penghargaan Best Actress di Asian Film Festival 2025 di Roma, Italia.

Pada Februari 2025, Yohanna juga dinobatkan sebagai Film Pilihan Tempo 2024 sekaligus mengantarkan Laura Basuki meraih Aktris Pilihan Tempo dalam Festival Film Tempo 2024.

"Perjalanan Yohanna ke festival-festival dunia adalah proses yang sangat berarti, tapi tujuan akhirnya memang untuk bisa kembali dan bertemu penonton Indonesia. Film ini adalah refleksi tentang kemanusiaan, tentang apa yang terjadi ketika keyakinan kita diuji oleh kenyataan yang tidak selalu hitam putih," ujar sutradara Razka Robby Ertanto dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).

Robby lalu berbicara soal Yohanna. Ia mengaku filmnya bukan hanya sekadar kisah seorang biarawati, tapi tentang kita sebagai manusia saat menghadapi berbagai realitas.

"Sejak awal, saya ingin Yohanna terasa sangat dekat dengan kita sebagai manusia. Banyak hal yang kita anggap benar bisa goyah ketika berhadapan langsung dengan kehidupan. Lewat film ini, saya ingin mengajak penonton melihat bahwa di balik semua itu, selalu ada ruang untuk memahami, berempati, dan memilih terhadap apa yang kita yakini," tuturnya.

Sementara itu, Laura Basuki menyebut peran Yohanna begitu berkesan dalam hidupnya sebagai aktor. Ia merasa Yohanna membawanya ke pengalaman yang belum pernah dilakukan sebelumnya, baik secara fisik maupun emosional.

"Saya berinteraksi sangat dekat dengan anak-anak di Sumba, bahkan ada adegan naik kuda yang menjadi pengalaman baru yang menantang, seru dan menyenangkan. Tapi dari semua proses itu, saya mendapat pelajaran berharga untuk memahami sisi kemanusiaan Yohanna, bahwa dia bukan sosok yang sempurna, melainkan seseorang yang terus belajar memahami hubungannya dengan Tuhan dan kehidupan di sekitarnya," katanya.

Selain dibintangi oleh Laura Basuki, Yohanna turut menghadirkan Jajang C Noer, Kirana Grasela, dan Iqua Tahlequa. Anak-anak Sumba turut serta dilibatkan sebagai bagian penting dalam cerita.

Yohanna merupakan hasil kolaborasi produksi antara Indonesia, Inggris, dan Italia di bawah naungan Summerland, Reason8 Films, dan Pilgrim Film. Seluruh proses pengambilan gambar filmnya dilakukan di Sumba, Nusa Tenggara Timur, untuk menghadirkan latar yang autentik sekaligus memperkuat kedekatan cerita dengan realitas setempat.

Yohanna juga telah mendapatkan klasifikasi Semua Umur. Sehingga filmnya dapat dinikmati oleh berbagai kalangan penonton.




(mau/wes)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads