Di tengah ramainya film horor Indonesia yang identik sadis, Penunggu Rumah: Buto Ijo pilih jalur berbeda. Film horor garapan Gandhi Fernando ini diklaim aman ditonton anak-anak dan keluarga tanpa menghilangkan kesan tegang.
Bicara sebagai produser, Gandhi sejak awal menegaskan filmnya memang dirancang sebagai horor ramah anak. Ia bahkan memastikan tidak ada adegan keji yang berpotensi membuat trauma, terutama bagi penonton usia muda.
"Film ini memang sejak awal kami rancang sebagai horor yang aman ditonton bersama keluarga. Tidak ada adegan darah, tidak ada kekerasan yang keji. Kami ingin menghadirkan horor yang tetap menegangkan, tapi tidak membuat anak-anak trauma," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Gandhi, pendekatan tersebut lahir dari kegelisahannya melihat pilihan film horor yang minim bisa dinikmati lintas usia. Ia pun ingin membuktikan bahwa rasa takut tidak selalu harus dibangun lewat adegan bengis dan visual ekstrem.
"Kami ingin membuktikan bahwa horor bisa hadir dengan cara yang lebih fun, lebih ringan, dan tetap punya nilai hiburan. Lewat cerita rakyat seperti Buto Ijo, kami juga ingin mengenalkan kembali budaya Nusantara kepada generasi muda," tuturnya.
Selain sensasi seram, Penunggu Rumah: Buto Ijo juga menyelipkan pesan tentang keluarga dan nilai-nilai budaya. Horor yang dihadirkan sendiri lebih mengandalkan atmosfer dan misteri, sehingga aman bagi anak-anak.
Film itu dibintangi Celine Evangelista, Gandhi Fernando, Valerie Thomas, Meryem Hasanah, dan sejumlah pemain lain. Penunggu Rumah: Buto Ijo dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026.
(mau/pus)











































