DetikHot

movie

Petualangan Tiga Perempuan untuk Menulis Obituari dalam 'The Last Word'

Kamis, 20 Apr 2017 08:59 WIB  ·   Dyah Paramita Saraswati - detikHOT
Petualangan Tiga Perempuan untuk Menulis Obituari dalam The Last Word Foto: Beth Dubber
Jakarta - Bagaimana jika ada orang yang begitu perfeksionis dan suka mengontrol sampai-sampai ia ingin mengetahui apa yang akan ditulis dalam obituari saat ia meninggal nanti? Sosok tersebut terwujud dalam tokoh Harriet Laurer (Shirley MacLaine) dalam film 'The Last Word'.

Tokoh Harriet Laurer di film ini adalah seorang perempuan lanjut usia yang di usia mudanya sukses menjadi pebisnis di bidang periklanan. Ia digambarkan begitu perfeksionis sekaligus dominan sehingga sulit baginya untuk mempercayai orang-orang di sekitarnya dan akhirnya ia melakukan semuanya seorang diri.

Suatu hari, ia membaca kolom obituari di harian 'Bristol Gazette' yang ditulis oleh Anne Sherman (Amanda Seyfried). Ia pun datang ke kantor tersebut dan meminta Anne Sherman menuliskan obituari untuknya.

Petualangan pun dimulai ketika Anne Sherman mencoba menghubungi orang-orang yang memiliki sejarah dengan Harriet, mulai dari mantan suaminya hingga mantan kolega bisnisnya. Kesulitan menemukan hal baik yang dapat ditulis dalam obituari, akhirnya Harriet pun memutuskan untuk mengubah jalan hidupnya sebelum ia meninggal.

Ia mulai berteman dengan Brenda (AnneJewel Lee Dixon) seorang anak berkulit hitam yang kerap dianggap pembuat onar di sekolahnya. Ia juga mencoba mewujudkan mimpi terpendamnya dengan menjadi penyiar dan Disc Jokey (DJ) dari sebuah radio indie.

Ketiganya akhirnya bersahabat (Harriet, Anne, dan Brenda) dan bersama-sama melewati begitu banyak keseruan dan kelucuan demi dapat menulis obituari untuk Harriet.

Film garapan sutradara Mark Pellington yang ditulis oleh Stuart Ross Fink ini merupakan drama komedi yang bukan hanya lucu, namun juga menyentuh. Dalam durasi 108 menit, film ini berhasil pengajak penonton tertawa, penasaran, hingga jatuh hati pada sosok Harriet Laurer setelah mengenalnya lebih dalam.

Tanpa terkesan menggurui, film ini mencoba mengajak penonton untuk mengambil risiko seperti apa yang Harriet Laurer ambil dan mengajarkan tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru.

"Ketika saya memulai bisnis saya, tahun-tahun itu adalah tahun dimana tidak ada laki-laki yang mau menikahi perempuan yang berpendidikan, cerdas, dan berbisnis. Tapi, saya mengambil risiko tersebut. Maka itu, kalian jangan pernah takut mengambil risiko dan menjadi apa yang kalian inginkan," ujar Harriet Laurer ketika berbicara di depan murid-murid dimana Brenda bersekolah.

Film ini disampaikan dengan ringan sehingga penonton dapat dengan mudah menangkap maknanya. Bagi yang ingin menonton, 'The Last Word' telah tayang mulai 19 April di bioskop-bioskop Tanah Air.
(srs/doc)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed