DetikHot

movie

Rahayu Supanggah: Kolaborasi Seni Barat dan Timur Tak Boleh Saling Mencederai

Kamis, 23 Feb 2017 20:36 WIB  ·   Desi Puspasari - detikHOT
Rahayu Supanggah: Kolaborasi Seni Barat dan Timur Tak Boleh Saling Mencederai Foto: Desi/ detikHOT
Melbourne - Rahayu Supanggah menjadi salah satu yang paling berpengaruh untuk film 'Setan Jawa'. Lewat tangan dinginnya, Rahayu memberikan nyawa dalam film hitam putih karya Garin Nugroho itu.

Malang melintang sebagai seniman, nama Rahayu susah tidak asing untuk seniman Barat. Kali ini, Rahayu meramu musik bersama Iain Grandage, komposer Melbourne Symphony Orchestra.

"Secara teknis ada problem. Bukan hanya bahasa kita, bahasa, culture dan bahasa musik jadi kendala," cerita Panggah dalam jumpa pers di Hamer Hall, Arts Centre Melbourne, Melbourne, Kamis (23/2/2017).

Bicara musik dua maestro musik ini punya pemahaman berbeda. Menurut Panggah, soal musik dan kesenian orang Timur selalu pakai perasaan.

"Kalau orang Barat pakai pikiran. Signifikannya itu. Musik kan dibilang bahasanya universal tapi sebenarnya nggak, sangat khusus," ungkapnya.

"Susahnya itu buka kuncinya. Supaya mereka bicara, ya kita adakan workshop. Bagaimana sih musik Barat mengatakan cinta. Itu yang harus kita pelajari ada berbagai idiom-idiom yang harus dipelajari," lanjut seniman asal Solo itu.

Sebagai seniman, dirinya pun sadar perpaduan dua budaya dua negara seringkali tidak menemukan titik temu. Kecuali ada keinginan untuk saling mengenal dan memahami.

"Kita kadang kalau penari biasa menggunakan musik. Tapi caranya beda, saya dan Iain bertemu beberapa tahun bukan beberapa bulan lagi," ucapnya.

"Mereka akan menafsirkan bahasa gamelan, mereka adopsi dengan bahasa simfoni. Dari situ kita belajar untuk tidak mencederai satu sama lain," tandas sang maestro.



(pus/tia)

Photo Gallery
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed