Ini Karakter-karakter Menarik di 'The Raid 2' Berandal
|
|
Kelompok Yakuza
|
|
Ketiganya berperan sebagai gangster asal Jepang yang akan bertarung di Jakarta. Gareth sendiri begitu bersemangat dengan kehadiran para bintang asal Negeri Matahari tersebut.
"Mereka benar-benar memberikan hal lebih dari penampilannya. Pekerjaanku menjadi lebih mudah," puji sutradara berdarah Wales itu.
Keterlibatan tiga aktor Jepang tersebut bukan tanpa alasan. Gareth mengaku sudah menggemari film-film Jepang sejak kecil. "Para aktor ini mengambil bagian penting, jadi aku sudah tak sabar melihat pertarungan berdarah dari perang gang di Jakarta," ucapnya memicu rasa penasaran.
Kelompok Yakuza
|
|
Ketiganya berperan sebagai gangster asal Jepang yang akan bertarung di Jakarta. Gareth sendiri begitu bersemangat dengan kehadiran para bintang asal Negeri Matahari tersebut.
"Mereka benar-benar memberikan hal lebih dari penampilannya. Pekerjaanku menjadi lebih mudah," puji sutradara berdarah Wales itu.
Keterlibatan tiga aktor Jepang tersebut bukan tanpa alasan. Gareth mengaku sudah menggemari film-film Jepang sejak kecil. "Para aktor ini mengambil bagian penting, jadi aku sudah tak sabar melihat pertarungan berdarah dari perang gang di Jakarta," ucapnya memicu rasa penasaran.
Gangster Lokal
|
|
Tio adalah pemain watak yang tidak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya. Masih ingat dengan film 'Quickie Express' saat ia memerankan seorang kaki tangan mafia yang berlogat Indonesia Timur?
Aktor berusia 49 tahun itu pun siap memberikan kemampuan maksimalnya dalam sekuel 'The Raid' berjudu 'Berandal' itu. Tapi jangan harap lihat Tio beraksi dengan jurus-jurus silat seperti Iko Uwais.
"Saya mungkin main di otaknya, lebih ke silatnya di pikiran," ujarnya.
"Tapi yang penting bagaimana saya meyakinkan ke penonton kalau saya seorang mafia yang sadis. Karena seorang mafia itu, dia beda kayak orang biasa. Cara natap, berjalan, bicara. Tiap di sekelilingnya, dia melihat dengan cara yang lain," tambah aktor berusia 50 tahun itu.
Saat ditanya inspirasinya memerankan tokoh mafia, Tio yang memerankan karakter Bangun, merujuk pada sosok Al Pacino dalam film 'The God Father'. Untuk Tio Pakusadewo, Gareth juga menyiapkan dialog bahasa Jepang.
Karakter Bangun memiliki anak bernama Uco (Arifin Putra) yang juga menangani bisnisnya. Selain itu ada juga Oka Antara, dan Alex Abbad (Bejo) yang juga memiliki kelompok sendiri untuk menguasai kota.
Gangster Lokal
|
|
Tio adalah pemain watak yang tidak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya. Masih ingat dengan film 'Quickie Express' saat ia memerankan seorang kaki tangan mafia yang berlogat Indonesia Timur?
Aktor berusia 49 tahun itu pun siap memberikan kemampuan maksimalnya dalam sekuel 'The Raid' berjudu 'Berandal' itu. Tapi jangan harap lihat Tio beraksi dengan jurus-jurus silat seperti Iko Uwais.
"Saya mungkin main di otaknya, lebih ke silatnya di pikiran," ujarnya.
"Tapi yang penting bagaimana saya meyakinkan ke penonton kalau saya seorang mafia yang sadis. Karena seorang mafia itu, dia beda kayak orang biasa. Cara natap, berjalan, bicara. Tiap di sekelilingnya, dia melihat dengan cara yang lain," tambah aktor berusia 50 tahun itu.
Saat ditanya inspirasinya memerankan tokoh mafia, Tio yang memerankan karakter Bangun, merujuk pada sosok Al Pacino dalam film 'The God Father'. Untuk Tio Pakusadewo, Gareth juga menyiapkan dialog bahasa Jepang.
Karakter Bangun memiliki anak bernama Uco (Arifin Putra) yang juga menangani bisnisnya. Selain itu ada juga Oka Antara, dan Alex Abbad (Bejo) yang juga memiliki kelompok sendiri untuk menguasai kota.
Hammer Girl
|
|
Dalam film tersebut, Hammer Girl diceritakan memiliki nama asli Alicia. Ia adalah gadis bisu yang bekerja sebagai pembunuh bayaran bertangan dingin.
Pertarungan Hammer Girl adalah karakter yang diciptakan sutradara Gareth Evans sebagai penghormatan untuk film 'The Lone Wolf & Cub'. Gareth juga sempat memuji penampilan Julie dalam memerankan karakternya.
Dari gambar karakter Hammer Girl yang sudah beredar, tampak Julie sedang berada di sebuah commuter line. Ia tampil sporty dan stylish dengan balutan jaket kulit serta berkacamata hitam. Alicia alias Hammer Girl seperti sedang berada dalam situasi bertarung melawan beberapa orang sekaligus. Di tangannya terlihat senjata andalan yang ia pakai, sebuah palu kecil.
Hammer Girl
|
|
Dalam film tersebut, Hammer Girl diceritakan memiliki nama asli Alicia. Ia adalah gadis bisu yang bekerja sebagai pembunuh bayaran bertangan dingin.
Pertarungan Hammer Girl adalah karakter yang diciptakan sutradara Gareth Evans sebagai penghormatan untuk film 'The Lone Wolf & Cub'. Gareth juga sempat memuji penampilan Julie dalam memerankan karakternya.
Dari gambar karakter Hammer Girl yang sudah beredar, tampak Julie sedang berada di sebuah commuter line. Ia tampil sporty dan stylish dengan balutan jaket kulit serta berkacamata hitam. Alicia alias Hammer Girl seperti sedang berada dalam situasi bertarung melawan beberapa orang sekaligus. Di tangannya terlihat senjata andalan yang ia pakai, sebuah palu kecil.
Baseball Bat Man
|
|
"Ketika mereka kecil, ayah mereka suka melakukan kekerasan. Mereka nggak tahan, dan membunuh ayahnya sendiri," ucap Gareth dalam wawancaranya pada HitFix.
"Sebelum polisi datang, kelompok Bejo datang dan merekrut mereka saat masih kecil, lalu melatihnya," tambah sutradara asal Wales itu. Bejo adalah karakter gangster berdarah Arab yang mencoba menguasai kota.
Baseball Bat Man
|
|
"Ketika mereka kecil, ayah mereka suka melakukan kekerasan. Mereka nggak tahan, dan membunuh ayahnya sendiri," ucap Gareth dalam wawancaranya pada HitFix.
"Sebelum polisi datang, kelompok Bejo datang dan merekrut mereka saat masih kecil, lalu melatihnya," tambah sutradara asal Wales itu. Bejo adalah karakter gangster berdarah Arab yang mencoba menguasai kota.
The Assassin
|
|
Sutradara Gareth Evans mengatakan di akun Twitter-nya, adegan akhir dalam trailer 'The Raid 2: Berandal' adalah pertarungan final antara Iko Uwais dan Cecep A Rahman.
"Pertarungan itu masih membuat bulu kuduk saya merinding tiap melihatnya," kata sutradara asal Wales itu.
Cecep adal pesilat profesional yang berasal dari Garut. Sejak 2005, ia sudah membawa olahraga bela diri khas Indonesia itu ke berbagai negara bersama dengan Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan.
Adegan pertarungan yang tampil di trailer, menurut Gareth, hanya 1/5 dari suguhan action dalam film . "Sebenarnya ada banyak sekali yang kami sembunyikan dari trailer," ujar Gareth lagi memicu rasa penasaran.
The Assassin
|
|
Sutradara Gareth Evans mengatakan di akun Twitter-nya, adegan akhir dalam trailer 'The Raid 2: Berandal' adalah pertarungan final antara Iko Uwais dan Cecep A Rahman.
"Pertarungan itu masih membuat bulu kuduk saya merinding tiap melihatnya," kata sutradara asal Wales itu.
Cecep adal pesilat profesional yang berasal dari Garut. Sejak 2005, ia sudah membawa olahraga bela diri khas Indonesia itu ke berbagai negara bersama dengan Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan.
Adegan pertarungan yang tampil di trailer, menurut Gareth, hanya 1/5 dari suguhan action dalam film . "Sebenarnya ada banyak sekali yang kami sembunyikan dari trailer," ujar Gareth lagi memicu rasa penasaran.
Prakoso Si Petarung Urakan
|
|
"Di sini karakternya antara menguji dan percaya saya, karena tokohnya tidak begitu banyak muncul tapi di tiap kemunculan harus dengan karakter yang beda. Jika salah satu karater yang satu hilang, maka nggka jadilah keseluruhan karakter itu," jelas Yayan ketika berbincang dengan detikHOT dan beberapa media mengenai film terbarunya.
Karakter Prakoso digambarkan sebagai lelaki yang urakan secara penampilan dengan golok di tangan. Meskipun karakternya terlihat seram, tapi Yayan mengatakan bahwa perannya protagonis.
"Dia sebagai seorang jagoan, baik dan gembel. Pokoknya sangat beda dengan Mad Dog yang nggak punya nurani, di sini lebih menantang sih," lanjut pesilat asal Tasikmalaya itu.
Yayan mengatakan bahwa karakter Prakoso sebenarnya sudah ada untuk ia perankan sebelum diminta memainkan peran Mad Dog. Seperti yang sudah pernah diungkapkan Gareth Evans, 'The Raid' adalah Plan B karena keterbatasan bujet.
Sementara cerita 'Berandal' sudah ada sebelumnya, termasuk koreografi yang diciptakan oleh Yayan dan Iko Uwais. Jadi, ketika 'The Raid' sukses, proyek film 'Berandal' pun dikembangkan dengan lebih baik seiring dengan harapan tinggi penonton.
Prakoso Si Petarung Urakan
|
|
"Di sini karakternya antara menguji dan percaya saya, karena tokohnya tidak begitu banyak muncul tapi di tiap kemunculan harus dengan karakter yang beda. Jika salah satu karater yang satu hilang, maka nggka jadilah keseluruhan karakter itu," jelas Yayan ketika berbincang dengan detikHOT dan beberapa media mengenai film terbarunya.
Karakter Prakoso digambarkan sebagai lelaki yang urakan secara penampilan dengan golok di tangan. Meskipun karakternya terlihat seram, tapi Yayan mengatakan bahwa perannya protagonis.
"Dia sebagai seorang jagoan, baik dan gembel. Pokoknya sangat beda dengan Mad Dog yang nggak punya nurani, di sini lebih menantang sih," lanjut pesilat asal Tasikmalaya itu.
Yayan mengatakan bahwa karakter Prakoso sebenarnya sudah ada untuk ia perankan sebelum diminta memainkan peran Mad Dog. Seperti yang sudah pernah diungkapkan Gareth Evans, 'The Raid' adalah Plan B karena keterbatasan bujet.
Sementara cerita 'Berandal' sudah ada sebelumnya, termasuk koreografi yang diciptakan oleh Yayan dan Iko Uwais. Jadi, ketika 'The Raid' sukses, proyek film 'Berandal' pun dikembangkan dengan lebih baik seiring dengan harapan tinggi penonton.
Halaman 2 dari 14











































