Satu tahun sudah berlalu sejak berpulangnya almarhumah Mpok Alpa, meski raga sang istri sudah tidak lagi berada di sisinya, Aji Darmaji atau yang akrab disapa Bang Idung, mengaku masih menjalani keseharian dengan cara yang emosional. Ia tetap memperlakukan mendiang istrinya seolah-olah masih hidup dan hadir di dalam rumah mereka.
Kenangan manis selama 15 tahun membina rumah tangga membuat Idung sulit untuk menghapus sosok Mpok Alpa dari ingatan maupun rutinitas hariannya. Ia mengungkapkan setiap kali hendak meninggalkan kediamannya, selalu menyempatkan diri untuk berpamitan dan berbicara di depan kamar almarhumah.
"Jadi saya itu memperlakukan almarhum seakan-akan masih hidup. Saya keluar dari kamar saya masih ngomong, 'Ma, izin pengin pergi,' gitu. 'Ma izin pengin ke rumah orang tua,' gitu. Saya pasti ngomong, saya masih terbiasa hal-hal kayak gitu," kata Aji Darmaji saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baginya, hal tersebut adalah bentuk penghormatan terakhirnya sebagai suami yang pernah hidup belasan tahun bersama. Ia merasa dengan terus berkomunikasi kepada almarhumah, kehadirannya tetap terasa nyata di tengah keluarga.
"Sampai sekarang saya kalau mau pergi pasti ngomong. Saya menganggap almarhum seakan-akan masih ada gitu. Jadi saya buat ini aja, adab, kayak gitu," jelasnya.
Masa duka selama satu tahun terakhir diakuinya sebagai fase yang sangat berat, terutama dalam upaya melupakan kebiasaan lama. Ia mengenang bagaimana dulu almarhumah selalu menjadi orang pertama yang membangunkannya dan menyiapkan keperluan makannya.
"Bukan hal yang mudah melupakannya kayak gitu. Walaupun banyak istilahnya, banyak tawaran (untuk menikah lagi) kayak gitu. Banyak tawaran, cuma saya kayaknya kan belum siap kayak gitu kan. Belum siap, belum gimana ya, saya serahin sama Allah aja," tuturnya.
Kini fokus utamanya adalah membesarkan anak-anak mereka, termasuk si kembar yang kini lagi aktif-aktifnya tumbuh besar. Menjadi bapak sekaligus ibu diakuinya memberikan tantangan tersendiri.
"Ya Allah kenapa sih Ma, lu cepet banget pergi gitu. Anak lo masih butuh kasih sayang gitu. Jadi dibilang kesel mah gak ya, tapi saya berusaha untuk ikhlas lagi, nyesek aja," pungkasnya.










































