Kebahagiaan tengah menyelimuti pasangan Adiba Khanza dan Egy Maulana Vikri, yang baru saja dikaruniai buah hati pertama berjenis kelamin perempuan, Baby Elara. Sebagai ibu baru, kondisi kesehatan mental Adiba, menjadi perhatian utama bagi keluarga, terutama sang ibunda, Umi Pipik Dian Irawati.
Umi Pipik mengungkapkan, putri sulungnya tersebut menjalani masa-masa awal menjadi orang tua dengan sangat baik. Meski banyak ibu baru yang rentan mengalami tekanan emosional atau baby blues setelah persalinan, Adiba dipastikan dalam kondisi mental yang stabil dan sangat menikmati peran barunya.
"Alhamdulillah. Alhamdulillah gak (mengalami baby blues)," kata Umi Pipik saat ditemui di kawasan BSD, Tangerang Selatan, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Umi Pipik, salah satu faktor yang membuat Adiba tetap tenang adalah dukungan penuh dari keluarga serta sikap dewasa sang putri dalam mengasuh anak. Meski Umi Pipik sering memberikan arahan berdasarkan pengalaman pribadinya membesarkan empat anak, ia melihat Adiba lebih memilih mengikuti panduan medis yang lebih modern.
Istri pesepakbola Egy Maulana Vikri itu, diketahui sangat disiplin mengikuti saran dari dokter anak dalam merawat bayinya. Hal ini terkadang memicu perbedaan pandangan kecil antara Adiba dan Umi Pipik, terkait perawatan tradisional yang biasa dilakukan orang tua zaman dahulu.
"Kita bener-bener di ini-in sama orang tua ya, maksudnya 'Oh harus begini lo,' gitu misalkan pakai pilis atau apa gitu ya biar darah putihnya gak ini. Tapi anak kita nih kayak Adiba bilang 'Gak bisa, ini kata dokter gak boleh begini'. Jadi beda gitu, akhirnya ya sudah kita nurut orang tuanya saja, orang tuanya kan yang tahu," tutur Umi Pipik.
Umi Pipik juga mengaku cukup cerewet dalam memantau perkembangan cucu pertamanya. Ia sering memberikan masukan terkait menu Makanan Pendamping ASI (MPASI), agar nutrisi sang cucu tetap terpenuhi dengan baik sesuai dengan pengalamannya dahulu.
"Cerewetlah saya, karena kan pernah punya anak sampai empat. Jadi pengalaman ilmunya kita kasih ke Adiba," pungkasnya.
(ahs/wes)










































