Penyanyi Ashanty, mengonfirmasi rumah mewahnya yang dikenal dengan sebutan Istana Cinere telah resmi dipasarkan kembali.
Keputusan untuk menjual rumah tersebut sebenarnya sudah muncul sejak lima tahun lalu, namun prosesnya sempat terhambat karena perbedaan keinginan antara dirinya dengan suaminya, Anang Hermansyah.
Ashanty mengungkapkan Anang Hermansyah awalnya sangat berat hati untuk melepas rumah tersebut. Hal ini dikarenakan faktor nilai sejarah dan emosional yang tinggi, mengingat rumah itu dibangun dari nol di masa-masa awal perjuangan karier mereka sebagai pasangan suami istri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi rumah Cinere itu kita tuh 5 tahun udah jual ya temen-temen. Di 3 tahun pertama Mas Anang tuh gak, jadi kita berantem lah karena Mas Anang maunya nggak dijual, rumah kenang-kenangan. Rumah itu bikin kita jadi sukses, rumah itu bawa hoki. Jadi siapapun yang beli, dia pertahankan," kata Ashanty saat ditemui di kawasan Radio Dalam, kemarin.
Demi mempertahankan rumah tersebut, Anang Hermansyah, sempat sengaja mematok harga yang sangat tinggi dan tidak masuk akal agar tidak ada calon pembeli yang berminat. Strategi tersebut terbukti berhasil, membuat Istana Cinere tetap menjadi milik keluarga Hermansyah selama beberapa tahun terakhir meski sudah dipublikasikan akan dijual.
"Dijual lah harga tinggi, harga gak masuk akal waktu itu tujuannya dia biar gak laku ya kan. Tujuannya apa ya mudah-mudahan ada yang nawar baru aku berantem lagi, gitu ya mana orang yang nawar juga pasti pas lihat harga gitu kan mental-mental terus," tutur Ashanty.
Kini, sikap Anang Hermansyah mulai melunak setelah adanya permintaan dari putri sulung mereka, Aurel Hermansyah. Keinginan untuk tinggal berdekatan dengan anak dan cucu, menjadi alasan utama bagi keluarga ini untuk segera berpindah rumah.
Ashanty memutuskan, untuk menurunkan harga jual rumah tersebut sesuai dengan harga pasaran normal agar bisa segera terjual.
"Nah di bulan akhir tahun kemarin, kita sepakat untuk Aurel kan minta pindah ke deket rumah dia. Jadi kata kakak 'Bun pindah dong'. Akhirnya Mas Anang setuju, nah akhirnya kita sekarang jual di harga pasaran bukan di harga bawah rata-rata. Kita jual di harga normalnya perumahan sana jadi fair lah," terang Ashanty.
(ahs/wes)











































