Jirayut Cerita Detik-detik Ledakan-Helikopter Memutar Saat Lebaran di Thailand

Jirayut Cerita Detik-detik Ledakan-Helikopter Memutar Saat Lebaran di Thailand

Muhammad Aditya Dzaky Reinaldi - detikHot
Selasa, 07 Apr 2026 08:08 WIB
Cerita mudik Jirayut.
Jirayut dalam media sosial miliknya. Foto: Instagram @jirayutdaa4official
Jakarta -

Momen Lebaran yang seharusnya penuh kedamaian justru terasa mencekam bagi pedangdut asal Thailand, Jirayut. Pulang kampung ke negeri gajah putih, Jirayut, justru membagikan pengalaman ngeri terkait konflik yang tak kunjung usai di daerah asalnya.

Bukan suara petasan, Jirayut, mengaku mendengar dentuman ledakan di tengah suasana malam takbiran. Hal ini, sempat diabadikan melalui sebuah unggahan video yang membuat netizen ikut khawatir.

"Kalau mungkin buat orang-orang yang bukan asli sana pasti panik ya. Kalau kalian gimana berada di situ? Pasti takut kan," ujar Jirayut saat ditemui awak media di Studio TransTV, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Ketegangan memuncak saat Jirayut, menceritakan pengalaman dramatis ketika sedang berada di perjalanan. Tak tanggung-tanggung, sebuah helikopter militer muncul dan berputar-putar tepat di atas kendaraannya.

"Mungkin kalau kalian ke sana, kalian pikir itu petasan, padahal bukan. Kemarin kejadiannya sebelum Takbiran. Bayangin saja pas aku lagi di jalan, kejadian itu ada helikopter muter di atas mobil aku," ungkapnya dengan nada serius.

Ia mengatakan, sudah terbiasa karena tinggal di sana sejak kecil. Meski begitu, Jirayut tak menampik ada rasa lelah di benaknya melihat konflik yang terus berulang. Terutama, di hari-hari besar seperti Lebaran dan tahun baru.

"Dalam otak aku, aku bikin video itu biar kalian tahu saja kalau konflik di sana belum kelar-kelar dari dulu. Aku jadi bertanya-tanya kapan sih ini berakhir," keluh Jirayut.

Walau situasi diwarnai ketegangan dan bunyi ledakan yang menggelegar di malam hari, Jirayut tetap memilih tegar. Baginya, pulang ke kampung halaman adalah kewajiban demi berkumpul dengan keluarga besar, meski maut seolah mengintai lewat "angin lalu" konflik tersebut.

"Tapi ya udahlah, entar juga berlalu kayak angin lewat saja," pungkasnya.




(wes/wes)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads