Masalah rumah tangga Wardatina Mawa, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli belum kelar. Belakangan, Wardatina Mawa mengungkap isi chat yang menyebut dirinya bakal dihukum 20 tahun penjara.
Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, meminta semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial.
"Iya, jadi kalau kita melihat ini kan dipicu berbagai macam postingan, omongan, dan lain-lain yang tentunya kita juga harus hati-hati. Karena di sini banyak buzzer, banyak berita informasi yang menyeret-nyeret atau memberikan satu informasi yang kurang baik ya. Kurang baik itu artinya bisa juga itu jadi kayak hoaks gitu kan," kata Tommy di Bekasi, Jawa Barat, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tommy menilai konflik yang terjadi sebenarnya bermula dari persoalan komunikasi antara Mawa dan Insanul. Kemudian melebar karena komunikasi itu dipublikasikan ke media sosial.
"Terus akhirnya terjadinya perselisihan ini kan sebenarnya komunikasi saja. Komunikasi di mana adanya komunikasi antara dua belah pihak terus akhirnya di-posting-lah di media sosial," ungkapnya.
Meski tengah menghadapi proses perceraian, Tommy berharap hubungan Insanul dan Mawa tetap baik, termasuk dalam hal dukungan bisnis.
"Biarpun pisah, biarpun udah gak lagi, tapi kan hubungannya masih baik terus men-support bisnisnya Mawa, men-support bisnisnya Insanul itu kan sebenarnya langkah positif," ujarnya.
Lebih lanjut, Tommy juga menyayangkan langkah Mawa membuka isi percakapan pribadi ke publik. Ia menilai hal tersebut justru memperkeruh suasana dan tidak memberikan dampak positif.
"Bukan malah yang ini mempostingkan hal-hal semua chating-chating, yang ini meresponsnya juga begitu kan. Saya sih gak bela siapa-siapa, cuma saya berpikir ini adalah ranah rumah tangga yang gak perlu dipublik, gak perlu dibuka di media sosial gitu kan sehingga menimbulkan jadi efeknya kurang baik kan, gak mendidik juga karena yang parah lebih parah keadaan kondisinya daripada kasus rumah tangga ini juga lebih banyak," bebernya.
"Jadi kalau kita cuma melihat dari segi ini aja yang terus akhirnya kita gembar-gemborin nilai kejelekannya ya nanti akhirnya nggak kelar-kelar juga kan gitu," tuturnya.
Wardatina Mawa dalam unggahan di media sosialnya, memperlihatkan chat-chat yang menyakiti hatinya. Namun, Mawa gak menyebut siapa yang mengirim chat tersebut.
Salah satu chat yang diperlihatkan Mawa soal dirinya yang disebut bakal dihukum 20 tahun penjara.
"Nanti kalau orang itu semua masuk 20 tahun, afnan abang yang urus. Bulan depan insyaallah," salah satu kalimat dalam chat tersebut.
Mawa menuliskan dirinya mengunggah itu bukan untuk buka aib, tapi mencari keadilan. Dirinya hanya mempertanyakan apakah istri sah yang disakiti dan memilih lapor polisi, tapi justru dirinya yang dihadapi ancaman hukuman berat sampai 20 tahun penjara.
(fbr/pus)











































