Bunga Citra Lestari mengawali kariernya di panggung akting sejak zaman sinetron hanya tayang di televisi seminggu sekali. Kini, perkembangan yang terjadi sudah memberikan perubahan yang drastis. Sinetron tayang setiap hari, dan bintang baru pun terus bermunculan.
Menurut Bunga, banyak di antara bintang-bintang baru itu yang muncul secara instan. "Kalau untuk pemain sinetron (sekarang) tentunya jauh lebih instan makanya aku bilang kalau dulu kita harus pakai proses untuk bisa jadi seseorang yang terkenal, pada momen itu karena kita cuma nongol satu kali seminggu di tivi, itu pun harus bagi-bagi pemeran yang lain," ujarnya seraya tersenyum.
Jam tayang setiap hari saat ini memang memudahkan sang bintang lebih cepat dikenal akrab oleh penikmat sinetron. Namun, Bunga juga melihat ada segi negatifnya.
"Yang bahayanya adalah prosesnya cepat jadi bagaimana bisa untuk maintain, kan tidak semudah itu. Umur terus bertambah apakah bisa maintain karakter yang lain? Terus, apakah bisa bertahan lama? Apakah attitude itu bisa jadi orang biasa terus tiba-tiba jadi bintang? Sebenarnya itu tantangan bagaimana bisa ngontrol emosi jadi diri sendiri," urainya dengan serius.
Bunga Citra Lestari yang memulai karirnya sebagai pesinetron pada tahun 2003, karakter demi karakter telah ia lakoni meskipun kebanyakan orang akan mengingat dirinya sebagai remaja SMA. Perubahan zaman yang menuntut segalanya serba kilat, Bunga justru merasa beruntung dirinya berkembang di era yang membutuhkan sebuah proses.
"Ya aku justru merasa beruntung karena aku berkembang di periode dimana kita prosesnya panjang untuk menyampai situ, aku pernah percaya dengan sebuah proses," tambahnya dengan santai.
Pada saat itu Bunga juga harus mengenal beberapa sutradara yang berbeda lantaran dirinya syuting untuk lebih dari satu judul sinertron dan memerankan karakter beda. Di situlah perempuan kelahiran 22 Maret 1983 itu tahu bagaimana untuk memposisikan dirinya sebagai bintang atau orang biasa.
"Proses mengenal sutradara itu yang berbeda-beda dengan karakter yang berbeda-beda dengan lawan main yang beda-beda, kita lebih apa ya, lebih berkembang aja sih rasanya dan kita dikasih waktu untuk belajar itu sedikit demi sedikit, nggak tiba-tiba deeesss...ditaruh di depan TV, terkenal dan nggak tahu bagaimana handle-nya, handle posisi, handle diri, personal life kita," tutupnya.