DetikHot

book

Tak Lagi Terbitkan Buku Fisik, Cerita Baru Tere Liye Diumumkan di Fanpage

Selasa, 12 Sep 2017 13:20 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Tak Lagi Terbitkan Buku Fisik, Cerita Baru Tere Liye Diumumkan di Fanpage Tak Lagi Terbitkan Buku Fisik, Cerita Baru Tere Liye Diumumkan di Fanpage Foto: Istimewa
Jakarta - Tere Liye membuat kaget pembaca setianya karena per-31 Juli 2017 tidak akan menerbitkan buku-buku fisik. Karyanya dipublikasikan secara cuma-cuma di akun fanpage resmi Tere Liye.

Cerita bersambung yang diupload Tere Liye adalah sekuel novel 'Pulang'. Bab per bab sudah diposting penulis kelahiran Lahat tersebut.

Lewat fanpage @tereliyewriter, dia juga mempublikasikan sebuah informasi.



"15 menit lagi kisah masa lalu Don Samad diposting. :)

Jangan lupa menyetel lagi Historia de un Amor saat mulai membaca.

Sy mendengarkan lagu ini ratusan kali agar feel kisah latin-nya dapat. Tapi tetap saja, begitulah, belum maksimal. Menulis itu beda dgn film, amunisinya hanya huruf, kata dan kalimat. Film bisa lewat gambar, musik, suara, dll. Dalam menulis, memunculkan atmosfer yg ingin diceritakan menjadi tantangan rumit tersendiri.

Btw, cerbung PERGI kemungkinan besar tamat di bab 25-30-an. Itu sudah sangat tebal. Sy membatalkan memasukkan jodoh Bujang, karena kisah cinta Bapaknya sudah membutuhkan banyak halaman. Kalau masih ada yg tersisa, besok lusa kita pikirkan sekuel berikutnya. Biar Bujang berjodoh sama Sekar atau Tania. Begitu juga boleh. *Tere Liye," tulis Tere Liye, seperti dilihat detikHOT, Selasa (12/9/2017).



Sampai saat ini cerbung 'Pergi' yang menjadi sekuel novel 'Pulang' itu sudah mencapai bab ke-18 yang berjudul Dua Lagu. Keputusan yang dilakukan Tere Liye bermula dari keluhannya mengenai tingginya pajak profesi penulis.

"Lantas penulis buku, berapa pajaknya? Karena penghasilan penulis buku disebut royalti, maka apa daya, menurut staf pajak, penghasilan itu semua dianggap super netto. Tidak boleh dikurangkan dengan rasio NPPN, pun tidak ada tarif khususnya. Jadilah pajak penulis buku: 1 milyar dikalikan layer tadi langsung. 50 juta pertama tarifnya 5%, 50-250 juta berikutnya tarifnya 15%, lantas 250-500 juta berikutnya tarifnya 25%. Dan 500-1 milyar berikutnya 30%. Maka total pajaknya adalah Rp 245 juta," tulis Tere Liye di akun fanpage @tereliyewriter beberapa hari yang lalu.


(tia/nu2)
Photo Gallery
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed