detikHot

art

Kritik Trump, Ada Mural Perdamaian di Perbatasan AS dan Meksiko

Selasa, 25 Jun 2019 18:45 WIB Tia Agnes - detikHot
Foto: The Mural of Brotherhood Foto: The Mural of Brotherhood
Jakarta - Sejak Donald Trump naik menjadi Presiden Amerika Serikat dia berjanji untuk membangun tembok besar di perbatasan AS-Meksiko. Kebijakan tersebut menuai kontroversi dari masyarakat.

Merespons keputusan Trump, seniman Meksiko sekaligus mantan imigran AS,Enrique Chiu, memulai proyek mural berskala besar. Muralnya digambar di dinding perbatasan AS dan Meksiko.

Tak tanggung-tanggung, ia dibantu oleh 3.800 relawan yang tidak dibayar sama sekali. Muralnya menggambarkan perdamaian dan kebersamaan yang menggembirakan di sepanjang sisi.



"Mural 'Brotherhoo' ini membentang sejauh satu mil di Tijuana Meksiko bagian barat dan akan berlanjut ke Tecate, Mexicali, Ciudad Juarez, dan Nacozar hingga akhirnya mencapai Reynosa di bagian selatan," tuturnya dilansir berbagai sumber, Selasa (25/6/2019).

Chiu yang seroang imigran lahir di Guadalajara, Meksiko, dan menyeberangi perbatasan AS bersama ibunya ketika berusia 8 tahun. Keduanya tinggal di Los Angeles tanpa status hukum sebelum kembali ke Meksiko.

Namun Chiu kembali ke AS dengan visa belajar dan tetap di negara tersebut selama 12 tahun untuk studi.

"Ketika saya berada di California, saya memiliki segalanya namun saya kembali ke Meksiko dan mengembangkan dunia seni yang ada di sana," pungkasnya.


(tia/nu2)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com