DetikHot

art

Art Jakarta 2018: Metamorfosis Christine Ay Tjoe hingga 10:10

Minggu, 05 Ags 2018 11:57 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Art Jakarta 2018: Metamorfosis Christine Ay Tjoe hingga 10:10 Foto: Tia Agnes/detikHOT
Jakarta - Perayaan tahun ke-10 Art Jakarta 2018 sudah seharusnya menjadi momen spesial yang tak terlupakan bagi pecinta seni. Layaknya ulang tahun seorang anak yang sedang tumbuh, Art Jakarta menyajikan segala hal yang spesial, mulai dari metamorfosis Christine Ay Tjoe sampai 'hidangan' khusus 10:10 dari 10 seniman Indonesia dan Jepang.

Masih bertempat di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, seperti tradisi tahunan ada satu karya instalasi yang menghiasi lobi mall. Disebut dengan Mall Art, kali ini ada karya Faisal Habibi yang menjulang tinggi ke langit-langit mall yang temanya bertepatan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018.

Ketika masuk ke lokasi Art Jakarta 2018, yang berbeda adalah tiket masuk berbayar Rp 50 ribu. Sepanjang lorong, pengunjung bisa melihat aneka karya dari setiap booth yang dihadirkan. Yang menarik ada karya Darbotz sampai Naufal Abshar yang digubah dalam medium kulkas.

Lukisan-lukisan Hendra 'Hehe' Harsono juga khas dengan budaya pop menjadi salah satu spot karya yang wajib diamati secara seksama. Lihat setiap simbol yang sengaja dimainkan oleh Hehe.

Di bagian lorong ini, hal menarik lainnya adalah Art Bar. Art Jakarta setiap tahunnya menjajakan berbagai merchandise terjangkau bagi pecinta seni untuk siap sedia dibeli. Diskusi dan workshop seni menarik juga disajikan. Art Gram juga merupakan 'hidangan' yang berbeda dengan menampilkan persona-persona yang terkenal di media sosial Instagram.

Sejumlah seniman di antaranya adalah @lululutfilabibi, @chitrachef, @bennyjurdi, @dielamaharanie, dan fotografer @mikaelaldo. Meski niatnya ingin menjangkau apresiasi seni rupa, sayangnya secara ruang pamer tidak memadai dan terkesan berada di pojok yang bisa saja terlewat oleh mata pengunjung. Display pun sama sekali terkesan 'menumpuk' tanpa adanya jarak antar satu karya dengan lainnya.
Art Jakarta 2018: Metamorfosis Christine Ay Tjoe hingga 10:10Foto: Tia Agnes/detikHOT

Ketika mencapai ruang 10:10, layaknya museum show, sajian menarik ini langsung memikat hati pecinta seni. Ada Kemal Ezedine, Agus Suwage, Syagini Ratna Wulan, Pramuhendra, Uji 'Hahan' Handoko, Heri Dono, sampai Eddy Susanto yang menyinggung persoalan rural.

10 seniman Jepang persembahan Edwin's Gallery. Yang tak kalang spesial adalah metamorfosis dari Christine Ay Tjoe milik koleksi Susan Santoso, Wiyu Wahono, dan Edwin Rahardjo. "Kami memilih karya-karya Ay Tjoe dari awal tahun 1990-an sampai sekarang. Ada karya drawing, etsa yang berasal dari seni grafis, dan lukisan-lukisannya," ujar Artistic Director Rifky Effendy.

Sayangnya, art fair yang seharusnya menjadi spesial dengan karya-karya Christine Ay Tjoe, sekali lagi penyajiannya menjadi terasa biasa-biasa saja. Bagi para pecinta seni, setiap karya bisa terlihat medium dan teknik yang berbeda dari perjalanan Ay Tjoe.

Seniman muda Tanah Air ditampilkan lewat booth Bekraf dengan judul 'Art Unlimited'. Art Jakarta tak hanya sebagai festival tapi juga sebuah bursa seni yang menampilkan 51 galeri seni Indonesia dan mancanegara. Salah satu yang spesial adalah ISA Art Advisory yang menghadirkan karya-karya fotografi dari Alexander Thian atau @amrazing.

Serta Sotheby's dengan booth yang didesain mewah menampilkan aneka headpiece karya Rinaldy Yunardi. Tertarik datang ke Art Jakarta 2018? Yuk, sambangi salah satu bursa seni terbesar di Indonesia hari ini hingga pukul 19.00 WIB.



(tia/nu2)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed