DetikHot

art

Titarubi Wakili Indonesia di Singapore Biennale 2016

Jumat, 22 Jan 2016 12:45 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Titarubi Wakili Indonesia di Singapore Biennale 2016 Foto: doc. Singapore art museum/istimewa
Brash Basah -

Nama Titarubi menjadi salah satu seniman Asia yang bakal berpartisipasi dalam pameran dua tahunan, Singapore Biennale 2016. Dibuka pada 28 Oktober, pameran ini berlangsung sampai empat bulan mendatang dan mengangkat tema 'An Atlas of Mirrors'.

Titarubi terpilih dari 10 seniman yang baru saja diumumkan tim kuratorial Singapore Biennale 2016, kemarin. Dia terpilih dengan berbagai alasan. Salah satunya, karena dinilai mampu mewakili nama Indonesia di kancah internasional.

detikHOT pun menghadiri jumpa pers atas undangan dari Singapore Art Museum. Usai konferesni media, salah satu kurator Tan Siuli mengatakan karya-karya yang ditampilkan Titarubi selalu berbicara tentang tubuh, gender, identitas, sampai persoalan kolonialisme. "Isu-isu yang diangkat selalu menarik perhatian tim kurator maupun kolektor seni," katanya di Glass Hall, Singapore Art Museum.



Tidak hanya bentuk dua dimensi saja, tapi kata dia, Titarubi juga membuat beragam bentuk. Dari patung, seni instalasi, performance art, sampai ke grafis. "Kita pun tahu dia adalah established contemporary artist yang ada di Indonesia dan seluruh dunia tahu namanya," tuturnya.

Karya-karyanya pun telah dikoleksi dan dipamerkan di Asia dan Eropa. Termasuk di antaranya di ajang Singapore Biennale sebelumnya, ZKM Center for Art and Media (Karlsruhe, Jerman), Museum and Art Gallery of the Northern Territory (Darwin, Australia), Busan Biennale Sculpture Project, MACRO (Museo d'Arte Contemporanea di Roma, Italia), dan Singapore Art Museum. Di tahun 2013, Titarubi mewakili Indonesia di Venice Biennale.

Perupa asal Bandung yang memulai kariernya sejak 1988 ini juga pendiri dari Indonesia Contemporary Art Network (iCAN). Organisasi tersebut mendorong pendidikan publik dan kerja lintas-disiplin di seni rupa. Baru-baru ini, Titarubi juga mendirikan forum pengkajian sejarah rempah dan budaya Kepulauan Indonesia yang bernama Forum Rempah.

Tan Siuli menjanjikan karya-karya seniman yang ditampilkan di Singapore Biennale 2016 adalah karya baru. "Titarubi juga menciptakan new commission-nya khusus untuk Singapore Biennale."

Selain Titarubi, ada sembilan nama seniman lainnya yang sudah diumumkan. Mereka adalah Ahmad Fuad Osman (Malaysia), Martha Atienza (Filipina), Rathin Barman (India), Fyerool Darma (Singapura), Han Sai Por (Singapura), Nguyen Phuong Linh (Vietnam), Qiu Zhijie (Tiongkok), Araya Rasdjarmrearnsook (Thailand), Tun Wi Aung dan Wah Nu (Myanmar).



(tia/doc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed