DetikHot

art

Cerita Pengrajin Batik Kudus Bikin Motif Kretek dan Tanaman Parijoto

Selasa, 27 Okt 2015 08:25 WIB  ·   Tia Agnes Astuti - detikHOT
Cerita Pengrajin Batik Kudus Bikin Motif Kretek dan Tanaman Parijoto Dok.Galeri Indonesia Kaya
Jakarta - Batik Kudus dikenal dengan coraknya yang khas sehingga membedakan dari jenis batik dari daerah lain, salah satu contohnya adalah motif Langgar Dalem. Selain motif tersebut, ada banyak motif lainnya yang dikembangkan sampai sekarang.

Hal ini dikatakan oleh Yuli Astuti, salah satu pengrajin dari Batik Kudus, yang hadir di bedah buku 'Batik Kudus the Heritage' di Galeri Indonesia Kaya (GIK). Dia membuat motif khas kota Kretek.

Baca Juga: Lukisan 'Exploitation of Fish' Raih Penghargaan Tahunan UOB

"Saya terinspirasi dari Kudus sebagai kota kretek, jadi membuat motif kretek. Dalam setiap motif yang saya bikin, pastinya ada filosofi dan kekhasan yang ditampilkan. Yang kalau orang lihat, maka sudah ketahuan itu dari Kudus," ujarnya, Senin (26/10/2015).

Yuli sendiri pun sudah mendaftarkan 20 motif kreasinya Kudus sebagai hak ciptanya. Selain motif kretek, Yuli juga membuat motif yang berasal dari tanaman Parijoto.

Tanaman khas Gunung Muria tersebut biasa digunakan untuk acara 7 bulan-an di Kudus. Menurutnya, semakin hari tanaman tersebut kian langka dan harus dilestarikan. "Motif apapun yang saya buat harus punya arti dari budaya Kudus," ungkapnya.

Selain dua motif tersebut, di Kudus juga berkembang motif kaligrafi yang kental akan sentuhan Islam yang menghiasi beberapa model Batik Kudus. Selain kaligrafi, motif Batik Kudus yang juga dikenal luas dan melegenda, yaitu lar (sayap) dengan isen-isen (isian) beras kecer (beras tercecer). Hingga kini, Yuli bersama pengrajin lainnya masih menciptakan motif batik khas Kudus.


(tia/tia)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed