DetikHot

art

'Surat ke Langit' Persembahan Papermoon Puppet Theater di Salihara

Minggu, 28 Sep 2014 16:28 WIB  ·   - detikHOT
Surat ke Langit Persembahan Papermoon Puppet Theater di Salihara Witjak Widhi Cahya / Komunitas Salihara
Jakarta - Puno adalah lelaki pekerja keras. Bersama dengan dua kawannya, ia bekerja siang dan malam. Memberikan stamp pada amplop surat, memilahnya dan mengirimkannya. Di sela-sela kesibukan bekerja, ia menyempatkan untuk bermain dengan kawan-kawannya.

Baginya, kehidupan terasa baik-baik saja. Hingga pada suatu hari, Puno mendapati penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Hidupnya seperti berhenti saat itu juga. Ia kembali mempertanyakan apa yang terpenting dalam hidupnya.

Di Festival Salihara yang kelima kali ini, Papermoon Puppet Theater asal Yogyakarta mementaskan karya terbarunya yang berjudul 'Surat ke Langit'. Lakon dengan tata panggung, musik, visual dan pencahayaan yang indah terinspirasi akan kisah sahabat mereka.

"Pertunjukan ini kami dedikasikan kepada sahabat kami Don Maralit. Setiap kali menceritakan tentangnya saya harus sedia tisu," ujar Maria Tri Sulistyani menutup pementasan Sabtu(27/9/2014) di Teater Salihara.

Kepada detikHOT, pendiri Papermoon Puppet Theater tersebut menceritakan kisah tentang sahabatnya tersebut.

"Ia perupa dan juga seniman teater boneka dari Filipina. Sejak dua tahun lalu kami berencana kolaborasi bareng bikin 'Langit Project' tapi belum jadi dibikin sampai dia meninggal Maret lalu," kenang Ria.

Setelah kepergian sahabatnya, Ria dan suaminya Iwan Effendi menyadari kematian Don adalah ide awal proyek lakon mereka berikutnya. Cerita yang sederhana ini pun dikemas dengan penceritaan yang dapat dinikmati oleh anak-anak dari usia enam tahun ke atas.

Terbukti dalam pementasan yang digelar di Salihara, banyak anak-anak yang ikut menonton dan didampingi oleh orangtuanya. Bahkan pagelaran yang direncanakan dua kali, harus ditambahkan satu pertunjukan.

"Ini cara kami menceritakan hal yang mendalam dan lebih imajinatif. Bagaimana menceritakan rasa kehilangan karena kematian lewat teater boneka," paparnya.

Di tahun ini, pentas 'Surat ke Langit' ini merupakan lakon ketiga yang dibuat Papermoon Puppet Theater selain 'Dia dan Rahasia-Rahasia dalam Hidupnya'. Sebelumnya, mereka pernah mementaskan 'Watugunung (2014), Laki-laki Laut (2013), 'Secangkir Kopi dari Playa (2011), 'Mwarthirika' (2010), 'Noda Lelaki di Dada Mona' (2008), dan 'Dalam Sebuah Perjalanan' (2008).

Penasaran dengan pencarian makna hidup bagi Puno? Serta persahabatannya dengan gadis kecil pecinta balet bernama Tala? Tak hanya cerita Puno, Tala, dan sahabatnya saja yang bisa Anda nikmati. Tapi 40 kapal kertas yang digantung di langit-langit panggung dan berisi kisah nyata kehilangan dari pecinta Papermoon, juga dapat Anda baca usai pentas.

Pertunjukan terakhir 'Surat ke Langit' bisa disaksikan di Teater Salihara pukul 20.00 WIB.


(tia/wes)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed