DetikHot
Kamis, 26 Jun 2014 16:03 WIB

Novel Baru Eka Kurniawan (4-habis)

Ini Pelajaran Menulis ala Eka Kurniawan

- detikHot
Ini Pelajaran Menulis ala Eka Kurniawan
Jakarta - Eka Kurniawan merupakan salah satu rujukan dalam dunia penulisan fiksi di Indonesia. Ia telah kerap diundang untuk memberikan pelajaran menulis, baik yang berupa kelas rutin dalam rentang waktu tertentu maupun menyampaikan materi ringkas di ajang workshop. Dari pengalamannya itu, ia pun sampai pada kesimpulan bahwa sebenarnya satu-satunya hal yang sangat perlu diajarkan di kelas menulis bukanlah perkara bagaimana menulis. Lho, terus apa dong?

Dalam sebuah tulisan terbaru di blog-nya, Eka pun memaparkan pendapatnya mengenai perkara tulis-menulis. "Saya yakin, untuk semua orang yang ingin bisa menulis, satu-satunya pelajaran yang sangat penting dimiliki hanyalah pelajaran berpikir," ujar penulis 3 novel dan 3 kumpulan cerita pendek itu.

Menurut Eka, menulis bukanlah sekadar menyusun kata-kata menjadi kalimat, dan kalimat menjadi paragraf. Tapi, terutama adalah sebagai disiplin berpikir. Pada dasarnya, demikian lanjut Eka, menulis merupakan perwujudan dari apa yang ada di dalam kepala ke dalam bentuk tulisan. Sehingga, jika hasilnya ingin baik, maka perbaiki lebih dulu apa yang ada di dalam kepala.

"Jika ingin menjadi penulis yang baik, pertama-tama jadilah pemikir yang baik. Orang yang berpikir dengan benar, paling tidak ia tahu apa perkara yang dipikirkannya. Ia bisa merumuskan premis-premis pikirannya. Ia bisa mengembangkan premis-premis tersebut ke dalam berbagai kemungkinan, mengambil hipotesa, mengambil kesimpulan," papar penulis novel 'Cantik itu Luka' dan 'Lelaki Harimau' itu.

Mengenai bagaimana mewujudkan apa yang ada di pikiran ke dalam bentuk tulisan, bagi Eka hal itu merupakan masalah teknis. "Di kelas-kelas menulis, kita terlalu sibuk mengurusi perkara-perkara teknis ini," ujarnya seraya menambahkan bahwa bukan berarti dirinya menganggap perkara teknis itu tak penting. Ia pun menegaskan kembali bahwa sumber segalanya adalah pikiran.

Eka lalu mengingatkan bahwa bahasa sebagai perkakas utama dalam menulis, pada dasarnya merupakan perkakas utama juga dalam berpikir. Maka, bagi siapa saja yang ingin menjadi penulis, baik dengan belajar sendiri maupun belajar kepada orang lain, Eka menyarankan agar terlebih dahulu belajar berpikir secara benar. "Pahami tata-caranya. Pahami beberapa aspek logika. Juga pahami kelemahan-kelemahan perkakas kita," nasihatnya.

"Ini kelas menulis ideal saya. Jika pendidikan dasar kita mencapai titik menulis adalah berpikir, dan membaca adalah menemukan pikiran orang lain, saya yakin kita tak butuh-butuh amat kelas menulis dan segala workshop. Kita dengan mudah menemukan diri kita menulis dengan gampang," pungkas Eka yang baru saja merilis novel terbarunya, 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas'.

  • Ini Pelajaran Menulis ala Eka Kurniawan
  • Ini Pelajaran Menulis ala Eka Kurniawan

(mmu/mmu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed