DetikHot

art

Bagaimana Sebuah Komunitas Stand-Up Comedy Lahir?

Selasa, 03 Jan 2012 09:40 WIB  ·   - detikHOT
Bagaimana Sebuah Komunitas Stand-Up Comedy Lahir?
Jakarta - Bak jamur di musim hujan, pelawak-pelawak tunggal profesional bermunculan di Tanah Air dalam 6 bulan terakhir ini. Mereka tergabung dalam komunitas stand-up comedy yang tumbuh di berbagai kota. Bagaimana proses kemunculan mereka?

Menurut seorang comic (sebutan untuk pelaku stand-up comedy) asal Bandung Isman H Suryaman, komunitas-komunitas regional stand-up comedy itu umumnya memulai aktivitas dengan menciptakan akun Twitter. \\\"Dari situ, mereka lantas menggalang acara rutin berupa open mic,\\\" jelas Isman.

Lebih jauh Ketua Tim Koordinator Regional Stand-up Indo itu memaparkan, istilah open mic merupakan sebutan untuk panggung terbuka yang digelar bagi siapapun yang mau tampil, baik comic pemula maupun yang berpengalaman. \\\"Biasanya diadakan di cafe atau restoran dengan panggung dan akustik yang mendukung,\\\" tambahnya.

Komunitas yang sudah aktif kemudian membuat acara mereka sendiri. Salah satu contoh adalah Stand Up Nite. \\\"Komunitas Samarinda bahkan sekarang sudah punya program TV sendiri,” ujar Isman. Stasiun TV berita nasional Metro TV bahkan punya acara rutin \\\'Stand-Up Comedy Show\\\'. Tak heran jika para comic yakin, melawak seorang diri ke depannya bisa jadi profesi.

Salah satu yang telah melakoninya, selain Isman, adalah Ernest Prakasa. \\\"Teman-teman di Stand-Up Indo berbagi visi untuk merintis stand-up comedy menjadi industri,\\\" ujar salah satu pendiri komunitas Stand-up Indo itu. Salah seorang comic yang telah sukses secara profesional, Mongol mengaku mampu mengumpulkan pendapatan antara Rp 6 hingga Rp 8 juta dari melawak tunggal.





(mmu/ich)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed