DetikHot

art

\'Perempuan yang Dihapus Namanya\' Didiskusikan

Senin, 21 Feb 2011 14:32 WIB  ·   - detikHOT
\Perempuan yang Dihapus Namanya\ Didiskusikan
Jakarta - Siapakah dia, perempuan yang dihapus namanya? Sebenarnya, itu adalah judul buku terbaru Avianti Armand yang berupa kumpulan puisi. Ya, setelah meluncurkan kumpulan cerpen \\\'Negeri Para Peri\\\' pada 2009 lalu, perempuan yang juga dikenal sebagai arsitek itu kini menerbitkan kumpulan puisinya, yang akan dibacakan dan didiskusikan di Salihara.

Diskusi dan Pembaca Puisi \\\'Perempuan yang Dihapus Namanya\\\' karya Avianti Armand akan digelar di Serambi Salihara, Selasa (22\/2\/2011) pukul 19.00 WIB. Diskusi akan menampilkan pembicara penyair Zen Hae dan teolog-feminis  Pdt Ester Mariani. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis.

Avianti Armand yang lahir di Jakarta pada 12 Juli 1969 adalah nama yang relatif baru di dunia sastra Indonesia, dan mendapat perhatian cukup luas. Namanya mulai muncul di halaman-halaman sastra koran minggu dengan karyanya berupa cerpen dan puisi mulai 2008. Cerpennya yang berjudul \\\'Pada Suatu Hari, Ada Ibu dan Radian\\\'  meraih penghargaan sebagai Cerpen Terbaik  Pilihan Kompas 2009.

Pada tahun yang sama, perempuan yang sebelumnya dikenal sebagai arsitek itu menerbitkan buku pertamanya, kumpulan cerpen \\\'Negeri Para Peri\\\'. Selain cerpen dan puisi, pemilik Avianti Armand Architecture Studio yang pernah meraih penghargaan Ikatan Arsitek Indonesia Award itu juga menulis laporan perjalanan.

Lewat puisi-puisinya yang terkumpul dalam \\\'Perempuan yang Dihapus Namanya\\\', Avianti Armand menyusun kembali kisah-kisah perempuan dalam Perjanjian Lama. Avianti menyebut karyanya itu sebagai hasil dari proses \\\"membaca lagi, menafsirkan lagi, merekonstruksi dunia dan kata-kata yang tersimpan dalam kitab.\\\"


(mmu/mmu)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed