Parade Teater Kampus Seni Indonesia Digelar Sepekan

Tia Agnes Astuti - detikhot
Selasa, 11/03/2014 15:06 WIB
http://us.images.detik.com/content/2014/03/11/1059/parade_teater_kampus1.jpg
Jakarta -
Ratusan mahasiswa dari seluruh Indonesia siap mengikuti kompetisi 'Parade Teater Kampus Seni Indonesia' yang ketiga di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pekan ini. Kegiatan yang rutin digelar setahun sekali ini diikuti oleh 7 grup teater kampus Perguruan Tinggi Seni.

"Untuk tahun ini kami mengambil tema 'Menyikapi Pertunjukan Teater Sebagai Industri Kreatif'," ujar Ketua Pelaksana, Edy Saputra seperti rilis yang diterima detikHOT, Selasa (11/3/2014).

Parade teater kampus ini diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Seni Teater Indonesia (KMSTI) yang merupakan jaringan organisasi seni tetaer yang berkembang di Perguruan Tinggi Seni Teater Indonesia.

"Tema tersebut masih menjadi bahan pertanyaan apakah sekedar mimpi kehidupan panggung seni teater modern di masa mendatang atau bisa menjamin kesejahteraan para pelaku seni," ujarnya.

Acara ini diselenggarakan mulai pada 110 hingga 15 Maret mendatang di Kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan Pusat Kesenian Jakarta (PKJ)-TIM. Sayangnya, kata Edy, peserta yang mengikutinya masih sama dengan tahun lalu.

Pentas hari pertama (10/3/2014) menampilkan lakon drama ‘Suara-Suara Mati’ karya Manuel Van Loggem oleh ISI Padang Pajang. Menyusul peserta kedua dari ISI Yogyakarta yang menampilkan lakon ‘AUT’ karya Putu Wijaya.

Selanjutnya, drama ‘Bapak Polah Anak Kepradah’ oleh STKW Surabaya. Berlanjut ke drama ‘Petang di Taman’ karya Iwan Simatupang’. Serta esok harinya ada lakon ‘Sumbi dan Gigi Imitasi’ karya Benny Yohanes bersama STSI Bandung.

Di akhir pekan ini, juga terdapat drama ‘Keluarga yang di Kuburkan’ karya karya Sam Shepard. Diakhir dengan lakon “Mentang-Mentang dari New York’ karya Marcelino Acana JR, adaptasi Noorca Massardi, dipersembahkan oleh Institut Kesenian Jakarta.

"Minimnya peserta Parade Teater Kampus ini dari tahun 2012 tetap tujuh grup teater kampus. Sangat tidak seimbang dengan jumlah Perguruan Tinggi Seni di Indonesia yang tercatat belasan bahkan puluhan yang tersebar diberbagai wilayah Indonsia," kata Edy.

(tia/utw)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BERITA TERBARU


MustRead X