Program Publik Jakarta Biennale - Siasat (7)

Lukisan Gerobak Pemulung dan Komik Curhatan Penghuni Lapas

Astrid Septriana - detikhot
Jumat, 08/11/2013 15:13 WIB
Halaman 1 dari 3
http://us.images.detik.com/content/2013/11/08/1059/150922_foto_biennale_gerobak2.jpg Dok. Tim Dokumentasi Jakarta Biennale 2013
Jakarta -
Seniman yang membuat lukisan di gerobak pemulung ini menggerakkan proyek Mr.Gro untuk Jakarta Biennale 2013. Sebelumnya, Abdulrahman Saleh juga pernah menjadi partisipan ketika Jakarta Biennale 2009 dihelat.

Kala itu, ia membawa komik yang berisi curhatan anak-anak yang berada di lembaga pemasyarakatan sebagai proyeknya. Lulusan Insititut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini sudah menggerakkan 'Komik Curhat' di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang sejak 2005 hingga kini.

"Di sana saya bikin kelas komik curhat. Kelas ini akhirnya masuk ke program psiko-sosial. Jadi di lapas ada pojok curhat, kalau saya yang isi, mereka curhatnya lewat gambar lalu dipajang di majalah dinding," ujarnya kepada detikHOT Senin (4/11/2013) lalu.

Kemudian komik tadi juga difotokopi dan akhirnya bisa dicetak menjadi buku. Hingga kini sudah terbit lima edisi komik.

Pada 2006, ia juga mendapat kesempatan untuk membuat pameran komik di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta Selatan. "Ini pameran pertama dan orang-orang baru pada tahu bahwa ada komik di lapas anak."

Sementara untuk Jakarta Biennale 2009, ia menambahkan unsur interaksi antara anak-anak penghuni lapas dengan anak-anak yang datang dari tujuh sekolah berbeda. Anak sekolah itu dibawa ke lapas, kemudian diajak membuat kelompok bersama.

  Next »

Halaman 123

(utw/utw)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


MustRead X