Menkominfo Tampik Lakukan Pembohongan Publik Soal Iklan Rokok

Nurvita Indarini - detikhot
Jumat, 21/06/2013 16:02 WIB
Halaman 2 dari 2
Dia menegaskan Indonesia terbuka dan mengedepankan demokrasi. Di DPR sendiri ada banyak fraksi. Jika mayoritas fraksi setuju pada suatu draf, maka akan diketuk palu sebagai tanda pengesahan UU tersebut.

Di DIM yang sudah dikirimkan ke DPR ada usulan tentang pelarangan iklan merokok? "Saya belum pasti, akan dicek dulu. Karena itu kan tebal. Tapi semuanya bisa mengusulkan," kata pria yang akrab disapa Tif ini.

Tif menggaris bawahi, bagi dirinya pribadi, merokok adalah haram. Itu makanya dia melarang dirinya sendiri untuk merokok. Tapi tidak serta merta dirinya bisa melarang iklan rokok.

"Ada yang berwenang mengontrol konten. Tidak bisa tiba-tiba melarang iklan. Ada Badan Sensor Film (BSF) dan KPI," tutur Tif.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Lentera Anak Indonesia (LAI), Hery Chariansyah, SH menuding Menkominfo telah melakukan pembohongan publik terkait iklan rokok. Tudingan ini diluncurkan karena ketika diminta untuk melarang iklan rokok
melalui petisi online yang disampaikan sejumlah anak muda, Menkominfo menyatakan setuju agar iklan rokok distop.

Menurut Herry, Kominfo bersama 4 kementerian lain telah ditunjuk untuk membuat DIM revisi UU Penyiaran. Artinya, Kominfo punya kewenangan untuk mengusulkan larangan iklan rokok. "Tapi itu tidak dilakukan oleh Kominfo. Ini menunjukan bahwa Kominfo menjadikan permasalahan pelarangan iklan rokok sebagai lip service semata," kata Hery dalam rilisnya.

Kominfo sebelumnya juga sudah menegaskan keberpihakannya terhadap larangan iklan rokok. Hal itu tercermin melalui imbauan kepada TV dan radio untuk tidak menyiarkan iklan rokok pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 30 Juni 2013.

Meski demikian, Kominfo mengaku hanya berwenang untuk memberikan imbauan dan bukan untuk melarang. Dalam akun pribadinya di jejaring twitter, Menteri Kominfo Tifatul Sembiring juga memberikan pernyataan senada.

"Saya setuju 100% bhw stop iklan rokok bahkan stop merokok. Tapi konten TV/radio itu ranah KPI, BSF. Klo sy punya sdh dihapus..," tulis Tifatul pada Selasa (18/6/2013).


Halaman 12

(vit/up)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BERITA TERBARU


MustRead X