'Semusim dan Semusim Lagi', Novel yang Mencerahkan dan Menyisakan Rasa Hampa

Is Mujiarso - detikhot
Jumat, 26/04/2013 15:26 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/04/26/1059/semusim2.jpg
Jakarta -
Salah satu dari 5 pemenang utama Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2012 akhirnya diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU). Novel tersebut berjudul 'Semusim dan Semusim Lagi' karya Andina Dwifatma. Apa yang istimewa dari novel ini sehingga tak hanya memikat hati para juri lomba tersebut, tapi juga menarik perhatian para editor di penerbit besar itu?

Hetih Rusli dari GPU, yang menyunting novel tersebut sebelum diterbitkan, menceritakan proses meluncurnya karya Andina ke tengah masyarakat. "Setelah mengetahui dia menang lomba DKJ, kami mencari Andina Dwifatma dan menawarinya untuk menerbitkan novel Semusim dan Semusim Lagi," ujar Hetih di Jakarta, Jumat (26/4/2013).

"Setelah baca, menurut saya karya ini memang layak menang. Saya merasa kebahagiaan dan kehampaan setelah selesai membacanya," tambahnya seraya menjelaskan, rasa bahagia itu muncul karena setelah bertahun-tahun, kali ini menemukan pemenang sayembara DKJ yang punya potensi dahsyat. Sedangkan rasa hampa itu, tutur Hetih, akibat dari letupan emosi di balik ketenangan novel tersebut.

'Semusim dan Semusim Lagi' berkisah tentang tokoh "aku" yang setelah lulus SMA mendapat kiriman dua surat. Yang pertama, dari universitas swasta tempat dia mendaftar di jurusan Sejarah. Surat kedua dari seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya, dan memintanya untuk datang mengunjunginya. Sambil menyiapkan pendaftaran sebagai mahasiswa Sejarah sesuai cita-citanya, si "aku" memutuskan untuk mencari pria yang mengaku ayahnya itu. Pencarian tersebut mengantarkannya pada sebuah perjalanan yang berujung pada kejadian-kejadian yang aneh dan misterius.

Menurut Hetih, novel ini awalnya terkesan "ngalor-ngidul". Tapi, sambung dia, Andina memiliki tujuan dan konsistensi dengan "perjalanan"-nya itu. "Hingga pada akhirnya kita dibawa ke klimaks yang mencerahkan dan menyisakan rasa hampa tadi setelahnya," puji Hetih lagi.

Sebelumnya, mewakili dewan juri sayembara DKJ, AS Laksana melontarkan penilaiannya dengan nada yang kurang lebih sama. "Novel ini mampu mempertahankan konsistensi dan koherensi dari awal hingga akhir," ujarnya ketika mengumumkan 5 karya pemenang utama Sayembara Novel DKJ 2012 beberapa waktu lalu.

'Semusim dan Semusim Lagi' sebagai salah satu dari 5 karya unggulan tersebut memiliki kelebihan yang menurut AS Laksana "intens, serius, eksploratif dan mencekam". Selain itu, "Penokohan berkembang secara bulat dan utuh. Memanfaatkan berbagai satir dengan kaya dan optimal. Pengarangnya bekerja dengan teliti dan memperlihatkan kepedulian terhadap penggunaan bahasa Indonesia secara rapi," tuturnya.

Andina Dwifatma bukan nama yang sama sekali baru dalam sastra Indonesia. Penulis kelahiran Jakarta, 15 September 1986 yang berkarya di sela-sela kesibukannya sebagai wartawan itu sebelumnya terlibat dalam penulisan novel kolaboratif berjudul 'Lenka' (2011). Ia juga menulis cerpen, dan telah diterbitkan dalam kumpulan 'Si Murai dan Orang Gila' (2010).


(mmu/mmu)
Marissa Nasution menghadiri press screening '99 Cahaya di Langit Eropa' di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta pada Jumat (29/11/2013). (gusmun/detikhot)
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
MustRead X