'Bedhaya Diradameto' Buka Indonesian Dance Festival 2012

Is Mujiarso - detikhot
Jumat, 01/06/2012 16:08 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/01/1059/idf-opening.jpg (foto: indonesiandancefestival.org
Jakarta -
Hajat dua tahunan Indonesian Dance Festival (IDF) hadir lagi. Untuk pergelaran tahun ini, sebuah tari klasik dari Keraton Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah akan menjadi pembuka. Koreografer asal Solo Hartanto akan menghidupkan kembali tarian yang sudah sekitar 100 tahun tak dipentaskan!

Tari 'Bedhaya 'Diradameto' akan membuka IDF 2012 di Teater Jakarta, Jumat (1/6/2012) pukul 20.00 WIB. 'Diradameto' adalah tari bedhaya karya Raja Mangkunegara I. Berawal dari keprihatinan akan ancaman kepunahan, sejumlah seniman Solo menghidupkan kembali tarian itu sejak 2007.

'Bedhaya Diradameto' dimainkan oleh tujuh penari, pesinden dan penabuh yang semuanya pria. Tarian tersebut merupakan simbol perjuangan Raden Mas Said dan keberanian bala prajuritnya kala bertempur melawan tentara kolonial Belanda di hutan Sitakepyak, Rembang.

Peperangan tersebut diibaratkan seperti gajah (dirada) yang mengamuk (meto). Dikisahkan, prajurit Raden Mas Said yang jumlahnya hanya sedikit mampu mengalahkan tentara Belanda dan sekutunya yang mencapai 1000 orang.

Selain 'Bedhaya Diradameto', pembukaan IDF 2012 juga akan menampilkan kolaborasi 4 koreografer asal Belanda, Solo dan Yogyakarta. Mereka adalah Gerard Mosterd, Eko Supriyanto, Martinus Miroto, dan Sri Qadariatin yang akan membawakan 'L'Histoire du Soldat' karya Stravinsky.

IDF 2012 digelar hingga 9 Juni. Pada tahun penyelenggaraan yang ke-11 ini IDF mengusung semangat baru sebagai "Jakarta International Performing Arts Festival 2012". Adapun tema yang diangkat adalah 'Let’s Move: Outreaching the Possibilities'.

IDF pertama kali digelar pada 1992 oleh para pengajar tari di Fakultas Seni Pertunjukan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), antara lain Sal Murgiyanto, Nungki Kusumastuti, Maria Darmaningsih, Melina Surja Dewi, dan Tom Ibnur.

Pelaksanaan IDF merupakan bagian dari kegiatan Fakultas Seni Pertunjukan IKJ yang dikelola secara mandiri dan didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Tahun ini juga disponsori oleh Djarum Apresiasi Budaya.


(mmu/mmu)
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BERITA TERBARU


MustRead X