Profil Jeremy Teti (2)

Tidur di Terminal Bus Demi Impian Jadi Penyiar TV

Herianto Batubara - detikhot
Rabu, 25/05/2011 13:15 WIB
Halaman 1 dari 2
http://us.images.detik.com/content/2011/05/25/230/JT6dlm.jpg Jeremy Teti (rachman/detikhot)
Jakarta -
Di balik keceriaannya yang khas, presenter program berita Liputan 6 Malam SCTV Jeremy Teti menyimpan kisah perjuangan yang penuh haru sebelum akhirnya dikenal orang seperti sekarang. Demi mengejar mimpinya menjadi penyiar berita, ia pernah tidur di terminal bus yang dingin seorang diri.

"Gue inget, lima kali gue nginep di terminal bus waktu mau ngelamar kerja di SCTV di Surabaya. Gue naik bus malam dari Jogja, sampai Surabaya subuh. Ya gue mandi dan ganti pakaian juga di situ, baru berangkat ke lokasi. Gue nggak ada uang, cuma sedikit," kenangnya.

Sampai di situ, ruangan mendadak senyap. Jeremy terdiam. Pandangannya dialihkan ke sudut atas ruangan, seolah hendak menyembunyikan sesuatu dari matanya. Ia menghela nafasnya dalam-dalam.

"Gue nggak punya saudara dan siapa-siapa di sana waktu itu. Bener-bener penuh penderitaan kalau gue inget-inget lagi," tiba-tiba dia bicara lagi, menambahi ceritanya yang tadi terpenggal. Kali ini, ia tak berusaha menyembuyikan ketika matanya mulai berkaca-kaca.




Jeremy lahir dari keluarga sederhana. Berbekal tekad untuk mengubah nasib agar lebih baik, ia nekad berangkat dari Timor Timur (sekarang Timor Leste) tempat tinggalnya, merantau ke Yogyakarta untuk kuliah dan bekerja.

"Di Yogyakarta gue kuliah di Sospol, dan gue ngambil pendidikan broadcast juga selama setahun. Lulus dan hasilnya bagus juga. Dari sertifikat itu gue berani ngelamar ke mana-mana," kisahnya.  Next »

Halaman 12

(bar/mmu)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


MustRead X