Jakarta - Terkait kasus video porno, Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan menganggap Luna Maya dan Cut Tari menjadi korban eksploitasi media. Hal itu terjadi karena Polisi lamban menangani kasus video porno yang diduga diperankan 2 aktris tersebut.
"Dalam kasus video porno Ariel, pihak perempuannya menjadi korban media," ujar Andi Yendriani, ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, saat ditemui di Kantor Komnas HAM, Jl Latuharhary, Jakarta Selatan, Selasa (20/7/2010).
Andi mengungkapkan, kalau media cenderung eksploitatif terhadap kasus video porno Ariel. Kecenderungan media menjadi eksploitatif bukannya tanpa alasan.
"Penyebabnya karena aparat lamban mengungkap kasus tersebut. Padahal media ingin menjelaskan kasus itu secara lebih cepat," jelasnya.
Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih dalam terhadap kasus video porno Ariel. Beberapa hari lalu, polisi berhasil menangkap RJ, editor musik band Peterpan yang kini menjadi tersangka pengunggah video porno itu.
(hkm/iy)
Anda punya gosip heboh seputar artis Indonesia? klik di sini dan dapatkan hadiah menarik tiap bulannya