DetikHot

new-release

'Season High' Little Dragon: Bersinar Tanpa Tekanan

Jumat, 21 Apr 2017 20:03 WIB  ·   Yarra Aristi - detikHOT
Season High Little Dragon: Bersinar Tanpa Tekanan Foto: Little Dragon
Jakarta - Tiga tahun sudah berlalu, grup elektronik asal Gothenburg, Swedia ini kembali lagi dengan konsep musik yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Entah karena sudah jauh lebih matang atau memang ingin lebih bereksplorasi lebih jauh, kali ini mereka tampil lebih kalem dari biasanya. Alih-alih mendapatkan tekanan karena nominasi yang didapatkan oleh album Nabuma Rubberband (2014), mereka justru hadir tanpa beban dalam Season High ini dan menghasilkan nuansa baru yang lebih menarik.

Secara keseluruhan, flow dari track ke track terasa sangat nyaman, seolah menyambung satu sama lain. Beat pada tiap track pun kurang lebih setipe. Mereka memulainya dengan "Celebrate" yang menggemaskan, lengkap dengan vokal falsetto Yukimi Nagano centil.

"High" merupakan track paling soulful yang pernah mereka karyakan. Nagano hadir dengan banyak desahan sensual, lalu nuansa laid back dan seksi yang dihadirkan bagai membuai kalbu. Bahkan untuk lagu yang sedikit ramai seperti "Strobe Light" dengan hingar binger elemen elektroniknya, tetap terdengar membuai dengan menyanyi yang membius.

"Should I" merupakan satu-satunya track yang menampilkan semua departemen tampil all out, termasuk vokal Nagano yang lebih lantang, diimbuhi dengan tata musik yang eklektik nan ramai. Terdengar seperti menggabungkan karakteristik Neneh Cherry dan Kimbra yang mana hasilnya sungguh seru. Sementara "Push" adalah dance track yang menawarkan alternative lain yang lebih enjoyable.

"Don't Cry" bagaikan lantunan yang menyejukkan, namun dalam waktu bersamaan juga menghantui, lengkap dengan falset tinggi Nagano yang mendominasi. Mereka menutup Season High dengan track medium berdurasi & menit lebih, menyajikan konsep musik yang lebih mengawang dan unik, namun experience yang diberikan tidak sehalus dan segemulai track yang sudah-sudah, mengingat di akhir lagu mereka mendadak membombardir dengan bunyi-bunyian yang tetiba ramai dan membuat penutupan menjadi sedikit janggal.

Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.
(dar/dar)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed