DetikHot

music

Konser Blur di Jakarta, British Invasion Setelah Dua Dekade

Kamis, 16 Mei 2013 00:54 WIB  ·   - detikHOT
Konser Blur di Jakarta, British Invasion Setelah Dua Dekade Konser Blur di Jakarta (Adhie Ichsan/detikHOT)
Jakarta - Penggemar Blur di Indonesia akhirnya bisa menyaksikan penampilan langsung dari Damon Albarn cs di Big Sound Festival, Rabu (15\/5\/2013) malam. Penantian panjang selama lebih dari dua dekade, dibayar tuntas dengan dua jam suguhan musik British Invasion penuh energi.

Single pertama dari album Parklife yang dirilis pada 1994 silam, \\\'Girls & Boys\\\' menjadi pembuka konser sekaligus seruan kepada sekitar 8 ribu penonton yang hadir untuk ikut bernyanyi.

Tak banyak yang berubah dari penampilan Damon Albarn (Vokal), Graham Coxon (Gitar), Alex James (Bass) dan Dave Rowntree (drum) sejak kemunculannya di awal 90-an. Mereka masih terlihat seperti anak-anak London yang nyaman dengan kaos dan jins mereka.

Damon tak hanya energik, dia juga ngocol<\/em> dan pecicilan<\/em> di atas panggung. Sejak konser dimulai, Damon yang kini berusia 45 tahun itu sudah menyiramkan botol air minum ke penonton barisan depan selama beberapa kali.

Belum lagi aksinya yang tanpa lelah mondar-mandir di atas panggung, turun ke panggung untuk menyapa penggemarnya, dan membelah penonton barisan depan untuk bernyanyi bersama dan merasa lebih dekat.

Saking bersemangatnya Damon, kabel mikrofon yang ia bawa bahkan sampai melilit ke bass milik Alex James. Nama terakhir yang disebut hanya senyum saja sambil terus membetot bassnya dengan cool. Sementara Graham Coxon dan Dave Rowntree tak kalah bersemangatnya memainkan instrumen musik mereka masing-masing.

Hampir semua lagu Blur yang populer saat era British Invasion, dibawakan mereka untuk penggemar di Indonesia. Mulai dari \\\'No Other Way\\\', \\\'Beetlebum\\\', \\\'Coffee and TV\\\', \\\'Parklife\\\', \\\'This is a Low\\\', \\\'For Tomorrow\\\', hingga \\\'Song 2\\\' dilantunkan untuk memanjakan telinga. Namun sayang tata suara yang disediakan kurang terasa maksimal di beberapa lagu.

Sedikit menengok ke belakang, beberapa pengamat musik di Inggris menganggap era Britpop dimulai ketika Blur merilis single \\\"Popscene\\\" dan Suede dengan lagu \\\"The Drowners\\\" pada musim panas tahun 1992.

Britpop juga dikembangkan sebagai reaksi terhadap berbagai jenis musik dan tren budaya pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, terutama musik grunge dari Amerika Serikat. Kemunculan band-band britpop gelombang pertama seperti Blur dan Suede pun mampu menggebrak dunia musik di Amerika.

Band lainnya seperti Oasis, Pulp, Supergrass, Sleeper, Radiohead dan Elastica menyusul kemudian. Band-band tersebut membawa alternative rock Inggris ke mainstream dan membentuk pondasi dari gerakan yang lebih besar dari budaya Inggris yang disebut Britannia Cool.

Kebudayaan yang ditularkan band-band Inggris tersebut pun tak hanya terasa dari selera musik, namun juga gaya berpakaian. Beberapa penggemar di Indonesia bahkan tak segan mengenakan atribut union jack, boots, dan celana yang sedikit menggantung. Dan setelah dua dekade, era itu pun kembali terasa.

Total, Blur tampil hampir dua jam penuh dengan satu kali jeda istirahat. Sebelum Damon cs naik ke atas panggung, Big Sound Festival yang diselenggarakan Dyandra Entertainment itu juga menampilkan Temper Trap dan Tegan and Sara.

<\/em>

(ich/ich)
Photo Gallery
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed