'Ambilkan Bulan': Petualangan Anak-anak dalam Cita Rasa Fantasi

Is Mujiarso - detikhot
Kamis, 28/06/2012 15:46 WIB
Ambilkan Bulan: Petualangan Anak-anak dalam Cita Rasa Fantasi
Jakarta -
Sutradara Ifa Isfansyah yang telah mendapat tempat di hati kita setelah 'Garuda di Dadaku' dan 'Sang Penari', kembali mempersembahkan karya barunya, 'Ambilkan Bulan'. Kembali ke cita rasa film pertamanya yang bernuansa petualangan anak-anak, kali ini Ifa memperkaya sajiannya dengan unsur-unsur nyanyian, tari, animasi, dan fantasi.

Bagi generasi tertentu, judul 'Ambilkan Bulan' langsung mengingatkan pada lagu anak-anak ciptaan AT Mahmud. Ambilkan bulan, Bu/ untuk menerangi... Sebuah lagu dengan lirik yang imajinatif, diciptakan jauh sebelum komikus Iran Marjane Satrapi mengarang buku anak-anak 'Monster Takut Bulan' yang bercerita tentang bulan yang diambil dan dipasang di kamar.

Produksi bersama Mizan Production dan Falcon Pictures ini memang dimaksudkan sebagai sebuah tribute untuk pencipta lagu anak-anak AT Mahmud (1930 - 2010). Tak kurang dari 10 lagu ciptaannya menghiasi film ini, termasuk, tentu saja lagu yang menjadi judul filmnya, yang dinyanyikan oleh Sheila on 7. Ambilkan bulan, Bu/ untuk menerangi...

Dengan skenario yang ditulis oleh Jujur Prananto, 'Ambilkan Bulan' dibuka dengan adegan spektakuler yang mengingatkan kita pada film 'Avatar'-nya James Cameron. Dua dunia menggantung di awang-awang, melukiskan percakapan online via internet antara Amelia (Lana Nitibaskara) di Jakarta dengan sepupunya Ambar (Berlianda Adelianan Naafi) di sebuah desa di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Sebelumnya, dengan teknik animasi yang tangkas, kita diperkenalkan dengan latar belakang Amelia yang baru saja ditinggal pergi ayahnya untuk selama-lamanya. Dibesarkan oleh ibunya (diperankan Astri Nurdin) seorang diri di apartemen, Amelia tumbuh menjadi gadis belia yang kesepian, namun memiliki wawasan yang luas berkat laptop yang menjadi teman setianya.

Dari cerita-cerita Ambar tentang hutan di lereng gunung yang penuh kupu-kupu, Amelia pun ingin berlibur ke sana. Mudah ditebak, sebagian besar alur film ini kemudian dihabiskan untuk mengikuti petualangan Amelia di hutan itu. Tak hanya bertemu Ambar, Amelia juga jadi berteman dengan bocah-bocah di desa itu, yang tingkah-polahnya memberi warna tersendiri bagi film ini.

Ceritanya sesederhana itu, dengan unsur pertualangan yang boleh dibilang juga kurang memberikan ketegangan yang seru. Dibandingkan dengan 'Garuda di Dadaku' yang bukan "film petualangan", elemen ketegangan yang mudah mengikat perhatian anak-anak justru kurang di film ini. Namun, kelebihan 'Ambilkan Bulan' memang bukan itu, melainkan hadirnya "cita-rasa Ifa Isfansyah" yang konsisten dan semakin matang.

Di 'Gaduda di Dadaku', ada tokoh lelaki tua misterius (diperankan oleh Landung Simatupang), dan di 'Ambilkan Bulan' tokoh serupa "muncul lagi", lewat personifikasi Mbah Gondrong yang ditakuti anak-anak karena disangka setan penunggu hutan. Kebetulan (atau bukan kebetulan?) tokoh Mbah Gondrong lagi-lagi diperankan oleh Landung.

Selain unsur misteri, Ifa juga memasukkan pesan-pesan yang cocok untuk anak-anak, seperti tentang mencintai alam. Namun, yang menyenangkan adalah "keberanian" Ifa memasukkan subteks tentang TKI (tenaga kerja wanita) dengan lembut dan penuh haru, sesuatu yang memang perlu untuk diketahui anak-anak model Amelia, yang pintar dan melek gadget. Begitulah, film ini tak hanya fun tapi juga menanamkan kepedulian.

Unsur fantasi, yang diramu secara asyik dengan kenyataan ditampilkan Ifa pada adegan-adegan "pertemuan" antara Amelia dengan ayahnya (Agus Kuncoro) yang sudah meninggal. Baik fantasi maupun realitas disajikan dalam gambar-gambar yang imajinatif ala Tim Burton lewat olahan sinematografi Mohammad Daus.

Diputar di bioskop pada musim liburan sekolah, film ini cocok untuk ditonton seluruh angota keluarga. Para bapak dan ibu bisa sambil ikut nyanyi sepanjang film, dan anak-anak biarkan mengembara dengan fantasinya bersama Amelia, Ambar dan kawan-kawannya, serta...Mbah Gondrong! Hiiiy....


(mmu/mmu)
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,


MustRead X