Jakarta - Hilangnya film Hollywood di bioskop belum tentu berdampak positif bagi industri film nasional. Bahkan, tidak beredarnya film-film Hollywood bisa berakibat fatal bagi film Indonesia.
Produser film Ody Mulya Hidayat mengungkapkan pendapatan bioskop di Indonesia masih bergantung dari pemutaran film-film Hollywood. Menurutnya, film-film Indonesia belum bisa menjadi sumber penghasilan utama bioskop.
"Film Hollywood hilang, film Indonesia bisa mati. Sampai saat ini, film Hollywood masih mensubsidi silang film nasional untuk menghidupi bioskop," ujar Ody saat bincang-bincang dengan detikhot, Selasa (22/2/2011).
Ody yakin bioskop akan gulung tikar jika tidak memutar film-film Hollywood. Apalagi, jumlah film Indonesia yang beredar belum menembus angka 200 per tahun.
"Kalau bioskop tutup, film Indonesia mau diputar dimana?" ucapnya.
Ody mengakui film Indonesia memang sangat sulit untuk menyaingi film Hollywood. Ia pun membandingkannya dari segi biaya produksi.
"Film Indonesia paling mentok Rp 6 M, Hollywood bisa ratusan M. So, dari segi kualitas sudah pasti kalah," jelasnya.
Lanjut Ody, sineas Indonesia seharusnya tidak perlu takut dengan kehadiran film Hollywood. Film Indonesia telah memiliki pasar tersendiri.
Sementara, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bersama Kementerian Keuangan akan mengevaluasi keputusan Dirjen Pajak tentang pembayaran pajak film impor. Rencananya, pada Rabu (23/2/2011), importir akan diundang untuk memberikan masukan.
(hkm/hkm)
Anda punya gosip heboh seputar artis Indonesia? klik di sini dan dapatkan hadiah menarik tiap bulannya