DetikHot

hot-profile

Kisah Angkie Yudistia, Wanita Tunarungu Menembus Batas (1)

Selasa, 08 Mei 2012 18:15 WIB  ·   - detikHOT
Kisah Angkie Yudistia, Wanita Tunarungu Menembus Batas (1)
Jakarta - Keterbatasan sebagai penyandang tunarungu tak membuat Angkie Yudistia terpuruk. Founder dan CEO Thisable Enterprise<\/a> itu malah menerabas \\\'tembok\\\' bernama pesimisme dan bangkit berprestasi.

Namun pencapaian sukses perempuan kelahiran Medan, 5 Juni 1987 itu tak dengan mudah dilaluinya. Melainkan penuh caci dan diskriminasi hingga pernah membuatnya depresi.

Dikisahkan, Angkie mengalami tunarungu sejak berusia 10 tahun. Meski hal itu membuatnya terguncang, namun ia dan keluarga tetap memutuskan agar dirinya menempuh pendidikan di sekolah umum.

\\\"\\\"

Praktis, keterbatasan Angkie itu menimbulkan banyak masalah selama belajar di SD hingga SMA. Tak jarang ia mengaku sering kali menerima cacian dan hinaan.

\\\"Dulu aku diledekin, dikatain budek, tuli itu sering banget di lingkungan,\\\" ungkapnya. Ketika itu, rasa malu memang membuat Angkie menutupi jati dirinya sebagai penyandang tunarungu.

\\\"Kalau ditanya, aku bilang, nggak apa-apa kok. Alat bantu dengar aku tutupi terus pakai rambut. Tapi nggak bisa dibohongi ya, dan bikin orang curiga aku kenapa. Aku sering dipanggil nggak denger, guru ngomong, nggak dengar,\\\" sambungnya lagi.

Pernah menyalahkan kondisi? \\\"Itu sering banget. Kenapa sih Tuhan aku harus begini? Itu pertanyaan yang sering aku ucapkan. Tapi aku mau menyalahkan siapa? Orangtuaku pun nggak pernah memperlakukan aku berbeda dengan anaknya yang lain,\\\" sahutnya.

\\\"\\\"

Hingga suatu ketika, seorang bapak di kereta api menyadarkannya untuk bangkit. Singkat cerita, sejak saat itu Angkie pun mulai bisa menerima keadaan dan berusaha menemukan jati dirinya yang sesungguhnya.

Bungsu dari dua bersaudara itu pun berusaha bangkit dan mengejar ketertinggalan. Agar tak tertinggal pelajaran di sekolah, ia belajar dua kali lebih keras dari teman-temannya yang lain hingga lulus.

\\\"Aku sadar aku sulit mengikuti pelajaran di sekolah umum. Makanya setiap pulang sekolah aku pasti les. Banyak baca buku juga. Jadi dua kali belajar dari yang lainnya dan itu aku benar-benar jalani sampai lulus,\\\" terangnya.
Bersambung ke (2)<\/span><\/a><\/span><\/strong><\/em>

(bar/mmu)
Photo Gallery
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed