DetikHot

hot-profile

Grace Natalie & Pengalaman Tak Terlupakan Jadi Reporter TV

Kamis, 15 Des 2011 15:10 WIB  ·   - detikHOT
Grace Natalie & Pengalaman Tak Terlupakan Jadi Reporter TV
Jakarta - Nama presenter Grace Natalie Louisa kini ramai diperbincangkan terkait kasus penusukan rekannya kamerawan TV One belum lama ini. Apalagi sang pelaku yang mengaku penggemarnya itu juga dikabarkan mengincar dirinya.

Bagi Grace, peristiwa itu hanyalah satu dari sekian banyak pengalaman tak terlupakan selama dirinya menjalani karier sebagai presenter TV. Dalam sebuah obrolan santai, akrab dan penuh tawa, ia pun membagi kisahnya kepada Detikhot.

\\\"Aku sebenarnya masih ngeri dan parno, apalagi di luar hingga dini hari begini. Tapi okelah, kita selesaikan wawancaranya hari ini,\\\" ungkapnya seraya menebar senyum.

Walau waktu telah menunjukkan sekitar pukul 02.10 WIB dini hari, perempuan kelahiran Jakarta 4 Juli 1982 itu masih terlihat segar dan bersemangat. Parasnya pun tetap terlihat cantik meski dalam keremangan malam.

Seolah hari baru saja dimulai, Grace pun mengawali kisahnya. \\\"Pertama kali aku jadi reporter, aku liputan kriminal. Dari kantor polisi satu ke yang lain. Ke kamar mayat juga. Pokoknya begitu setiap malam,\\\" ujarnya.


\\\"\\\"

Ketika masih di SCTV, ia pernah disuruh meliput ke Gunung Talang di Sumatera Barat yang tengah berstatus awas yang berarti bisa meletus sewaktu-waktu.

\\\"Itu gunung tertinggi kedua di Sumatera Barat dan itu baru pertama kali aku mendaki gunung dan nggak punya pengalaman sama sekali. Aku dikasih misi untuk mendapatkan gambar kawah yang baru tercipta di sana,\\\" kisahnya.

Tak punya pengalaman praktis membuat Grace tak mengira bahwa tugasnya itu amatlah berat. Lucunya, saat itu ia berpikir naik gunung itu seperti ke daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat yang bisa dicapai dengan menggunakan mobil.

\\\"Aku pikir naik gunung itu kayak ke puncak. Tinggal pakai mobil, muter-muter dan sampai atas, ya itu gunung. Nggak tahunya sampai di suatu desa, mobil yang kami naiki berhenti. Aku tanya, kok berhenti? Katanya ya dari situ mulainya,\\\" kisahnya.

\\\"Pas tahu begitu, aku langsung syok. Gila, bayangkan saja, puncak gunungnya saja nggak kelihatan, tertutup awan. Parahnya lagi aku nggak sarapan, nggak bawa bekal. Bawa air mineral juga nggak sampai sebotol,\\\" paparnya lagi.


\\\"\\\"

Kepalang tanggung, Grace pun membulatkan tekadnya untuk tetap mendaki gunung tersebut bersama kameramennya ditemani beberapa pemuda dari penduduk setempat. Kelelahan serta persediaan air yang minim pun sempat membuatnya mengalami dehidrasi.

Setelah berjalan hampir lima jam, Grace pun tiba di pucak gunung tersebut. \\\"Akhirnya dapat gambar eksklusif juga waktu itu. Waktu itu pun aku benar-benar merasakan dijaga banget sama Tuhan karena angin yang membawa gas beracun saat itu mengarah ke sisi lain,\\\" kenangnya.

Misi tersebut pun berhasil dilalui Grace dengan sukses. Karena hari hampir gelap, mereka pun bergegas menuruni gunung tersebut sesegera mungkin. \\\"Pas turun baru setengah jalan, aku nggak kuat. Akhirnya aku digendong ganti-gantian sama tiga pemuda desa itu biar cepat. Hahaha,\\\" jelasnya.


\\\"\\\"

Ia juga masih ingat betul bagaimana bangganya dirinya ketika ditugaskan TV One untuk berangkat ke Inggris meliput langsung pernikahan royal wedding pangeran William dan Kate Middleton.

\\\"Itu luar biasa banget. Sampai terharu seolah-olah itu saudara aku yang married. Terus aku bertenda segala supaya dapat posisi terbaik. Bukan karena kantor aku nggak mampu nyewa hotel ya. Hahaha,\\\" kilahnya.

Tak hanya meliput berbagai peristiwa penting, banyak tokoh penting Tanah Air dan manca negara yang diwawancarainya secara eksklusif. Sebut saja mantan Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, dan CEO Majalah Forbes Steve Soros.






(bar/mmu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed