DetikHot

celeb

Tidur di Terminal Bus Demi Impian Jadi Penyiar TV

Rabu, 25 Mei 2011 13:15 WIB  ·   - detikHOT
Tidur di Terminal Bus Demi Impian Jadi Penyiar TV
Jakarta - Di balik keceriaannya yang khas, presenter program berita Liputan 6 Malam SCTV Jeremy Teti menyimpan kisah perjuangan yang penuh haru sebelum akhirnya dikenal orang seperti sekarang. Demi mengejar mimpinya menjadi penyiar berita, ia pernah tidur di terminal bus yang dingin seorang diri.

\\\"Gue inget, lima kali gue nginep di terminal bus waktu mau ngelamar kerja di SCTV di Surabaya. Gue naik bus malam dari Jogja, sampai Surabaya subuh. Ya gue mandi dan ganti pakaian juga di situ, baru berangkat ke lokasi. Gue nggak ada uang, cuma sedikit,\\\" kenangnya.

Sampai di situ, ruangan mendadak senyap. Jeremy terdiam. Pandangannya dialihkan ke sudut atas ruangan, seolah hendak menyembunyikan sesuatu dari matanya. Ia menghela nafasnya dalam-dalam.

\\\"Gue nggak punya saudara dan siapa-siapa di sana waktu itu. Bener-bener penuh penderitaan kalau gue inget-inget lagi,\\\" tiba-tiba dia bicara lagi, menambahi ceritanya yang tadi terpenggal. Kali ini, ia tak berusaha menyembuyikan ketika matanya mulai berkaca-kaca.


\\\"\\\"

Jeremy lahir dari keluarga sederhana. Berbekal tekad untuk mengubah nasib agar lebih baik, ia nekad berangkat dari Timor Timur (sekarang Timor Leste) tempat tinggalnya, merantau ke Yogyakarta untuk kuliah dan bekerja.

\\\"Di Yogyakarta gue kuliah di Sospol, dan gue ngambil pendidikan broadcast juga selama setahun. Lulus dan hasilnya bagus juga. Dari sertifikat itu gue berani ngelamar ke mana-mana,\\\" kisahnya.

Jeremy pernah melamar menjadi presenter di TVRI Yogyakarta. Namun sayang, ia tak lulus lantaran belum menyelesaikan kuliahnya. Padahal ketika itu ia telah lolos beberapa tahap hingga tes kamera.

Pasca lulus kuliah, Jeremy sempat bekerja di sebuah perusahaan ekspor-impor selama satu tahun. Setelah mengumpulkan sedikit uang, ia pun memberanikan diri kembali fokus mengejar impian sejatinya sebagai presenter berita televisi.

Akhirnya pada 1994 Jeremy diterima di SCTV Surabaya, hingga kemudian pindah ke Jakarta untuk mendaftar ke program berita Liputan 6 Pagi. Selama beberapa bulan ia harus menjadi reporter terlebih dahulu. Saat itulah, ia mendapatkan pengalaman pertama dalam peliputan berita.


\\\"\\\"

Berkat kegigihannya, Jeremy pun berhasil meraih mimpinya. Ia masih ingat saat bersejarah dan momen berharga dalam hidupnya itu. “Tanggal 24 Agustus 1996 gue sama Ira Koesno jadi presenter pertama kali on air perdana Liputan 6 Pagi. Itu pas ulang tahun SCTV, jadi gue gampang ngingetnya,\\\" kenangnya.

Menapaki kembali jejak-jejak perjalanan itu dengan jernih, tak urung membuat Jeremy terlempar ke masa kecilnya. Tempat segala mimpi itu berawal, dan berakar.

\\\"Dari kecil memang udah cita-cita gue jadi penyiar. Gue punya idola waktu itu, Pak Idrus, suaranya mantep banget. Setiap malam bokap nyuruh gue nonton TV untuk lihat tayangan berita, dan dari situ gue tertarik banget,\\\" paparnya.

Kini, impian itu telah terwujud. Jeremy senang bahwa apa yang dulu ia anggap penderitaan, kini telah menjelma menjadi kenangan, yang manis, tempat dirinya bercermin sewaktu-waktu.


(bar/mmu)
Photo Gallery
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed